Hukum  

Telepon Suara Dari 4 Pejabat Elite Unila Digenggaman KPK

Telepon Suara Dari 4 Pejabat Elite Unila Digenggaman KPK
KPK. Foto: Istimewa.

Selain telepon suara dari 4 pejabat elite Unila, JPU KPK juga mencantumkan telepon suara dari Dosen kontrak Unila, yakni Mualimin.

JPU KPK di dalam surat tuntutan terhadap Andi Desfiandi persisnya mencantumkan 56 telepon suara dan 3 buah bukti pesan singkat dari nomor kontak yang diketahui milik Heryandi.

Dalam uraian 59 Barang Bukti Elektronik yakni telepon suara dan pesan singkat atau SMS tersebut, tercantum beberapa nomor kontak yang diketahui adalah milik Karomani hingga Mualimin.

Baca juga: Opsi Pencopotan Zulkifli Hasan Sebagai Menteri Perdagangan Bisa Dilakukan Presiden

Berikut adalah nomor ponsel yang tercantum dalam Barang Bukti Elektronik tersebut, berikut dengan identitas dari pemilik nomor ponselnya hasil penelusuran KIRKA.CO.

1. 082181625855.

Nomor ini diketahui adalah milik Muhammad Basri.

2. 082179492856.

Nomor ini juga diketahui tercatat milik Muhammad Basri dan dikategorikan sebagai nomor rahasia atau nomor baru dari Muhammad Basri.

3. 08122516128.

Nomor ini diketahui tercatat milik Dyah Wulan Sumekar Rengganis W.

4. 08127904690.

Nomor ini diketahui tercatat milik Heryandi atau tenar disapa Bang Cendi.

5. 081384251125.

Nomor ini diketahui tercatat milik Karomani atau tenar disapa Prof Aom.

6. 085267046731.

Nomor ini juga merupakan milik dari Karomani.

7. 085379669382.

Nomor ini diketahui tercatat milik Mualimin.

Baca juga: KPK Isyaratkan Kehati-hatian Panggil Ulang Zulkifli Hasan Terkait Korupsi Unila

Sebagai catatan, sepanjang persidangan Andi Desfiandi yang digelar sejak 9 November 2022, JPU KPK tidak sekalipun memutarkan rekaman telepon suara.

Dalam beberapa kali persidangan, JPU KPK hanya memperlihatkan Barang Bukti Elektronik berupa pesan Whats App milik Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan hingga Ahmad Tamsil yang merupakan orang tua dari calon mahasiswa titipan yang dititipkan melalui Zulkifli Hasan dan Ary Meizari Alfian.

Ahmad Tamsil diketahui memiliki koneksi dengan Zulkifli Hasan melalui kakak kandungnya bernama Helmi Yusuf yang merupakan teman sekolah Zulkifli Hasan.

Ahmad Tamsil sendiri merupakan Direktur PT Duta Hidup Lestari, developer perumahan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang yang diakuinya memimili korelasi dengan DPP Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Lampung.

Adapun Zulkifli Hasan adalah Ketua Dewan Penasehat DPP Apindo Lampung.