Menu
Precision, Actual & Factual

Syahroni: Saksi KPK yang Membuat Nama Rycko Menoza Tercatat di Putusan Zainudin Hasan

  • Bagikan
Memakai face shield, Syahroni yang juga mengenakan rompi tahanan KPK berjalan menuju Rutan Kelas IA Bandar Lampung. Di rutan itu, ia dititipkan KPK bersama dengan Hermansyah Hamidi untuk keperluan proses persidangan. Foto: Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari-hari ini sedang melangsungkan proses persidangan atas perkara korupsi untuk dua orang terdakwa: Hermansyah Hamidi dan Syahroni.

Perkara ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan KPK. Dasar pengembangan KPK sehingga menetapkan Hermansyah Hamidi dan Syahroni menjadi tersangka berangkat dari surat vonis terhadap mantan Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Zainudin Hasan.

Dalam surat vonis Zainudin Hasan yang diputuskan majelis hakim PN Tipikor Tanjungkarang, Hermansyah Hamidi dan Syahroni diterakan sebagai pihak yang bersama-sama mengumpulkan komitmen fee atas lelang paket proyek di Dinas PU-PR Lamsel.

Ujung dari pengumpulan komitmen fee itu membuat Zainudin Hasan ditersangkakan oleh KPK.

Persidangan Hermansyah Hamidi dan Syahroni berjalan di PN Tipikor Tanjungkarang. Agenda persidangan masih pada tahapan pemeriksaan saksi-saksi.

Dari sejumlah Saksi yang dihadirkan, acap kali nama Rycko Menoza mencuat. Para Saksi menyebut bahwa pola permainan pengaturan lelang proyek hingga berujung pada pungutan fee dari kontraktor tidak hanya terjadi di era Zainudin Hasan.

Bahkan menurut para Saksi, di era Rycko Menoza saat menjadi Bupati Lamsel sebelum Zainudin Hasan pun telah berlangsung hal serupa.

Setidaknya nama Rycko Menoza masih dikumandangkan para Saksi di ruang persidangan pada Rabu, 17 Maret 2021. Para saksi yang telah diperiksa sejak sidang dimulai sudah mencapai 16 orang.

Dimintai tanggapannya soal hal ini, Jaksa sebagai penuntut umum dari KPK bernama Taufiq Ibnugroho yang menyidangkan perkara ini mengatakan bahwa penyebutan nama Rycko Menoza tersebut sebatas menjadi fakta persidangan belaka.

“Tentu ini menjadi fakta persidangan,” tutur Taufiq Ibnugroho, Rabu sore usai persidangan Syahroni dan Hermansyah Hamidi selesai digelar.

Seyogyanya nama Rycko Menoza, anak mantan Gubernur Lampung Sjachroedin Zainal Abidin Pagaralam ini sudah dikantongi KPK ketika kasus Zainudin Hasan bergulir di ruang persidangan.

Berdasarkan surat putusan Zainudin Hasan sebanyak 656 lembar, nama Rycko Menoza dicatat dua kali. Yang membuat nama Rycko Menoza itu tercatat ialah berdasarkan keterangan Syahroni.

”Bahwa pada saat Hermansyah Hamidi menjadi Kadis PU-PR tahun 2013-2014 yang menjadi bupatinya adalah Ricko Menoza. Selanjutnya Hermansyah Hamidi digantikan oleh Yansen dengan melaksanakan kebijakan yang sama terhadap pelaksanaan lelang yang memenangkan rekanan tertentu,” begitu keterangan Syahroni yang pertama, tertuang pada halaman 218.

”Bahwa modus pengadaan di Kabupaten Lampung Selatan pada masa Bupati Rico Menoza dan Zainudin Hasan sama saja. Bedanya komitmen fee untuk terdakwa (Zainudin Hasan) lebih besar. Saksi tahu adanya komitmen fee untuk bupati dari Kadis (Kepala Dinas),” ungkap Syahroni kedua yang tertuang pada halaman 219.

Untuk diketahui, nama Rycko Menoza belum pernah diperiksa di dalam perkara korupsi Lamsel ini. Sejak diawali lewat OTT terhadap Zainudin Hasan, hingga KPK melakukan pengembangan.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan