Menu
Precision, Actual & Factual

Setubuhi Anak Kandung Oknum ASN Dipenjara 17 Tahun

  • Bagikan
Kirka.co
Ilustrasi Pencabulan Kepada Anak Kandung. Foto Istimewa

KIRKA – Oknum ASN bernama Syaffrans harus menerima vonis penjara selama 17 tahun, ia dinyatakan bersalah telah tega melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri.

Syaffrans kembali disidangkan dalam gelaran sidang lanjutan pada Selasa 21 September 2021, yang dilaksanakan dengan agenda pembacaan putusan dari Majelis Hakim, di Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Baca Juga : Oknum Mahasiwa Tiduri Calon Model Divonis 8 Tahun

Oknum ASN ini dinyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya, yang dilakukan oleh orang tua, dengan jeratan Pasal 81 Ayat (3) Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016,

Tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.

Lantaran perbuatannya itu, Ia pun mendapatkan vonis hukuman penjara serta hukuman denda yang wajib dibayarkan olehnya, “menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 17 tahun, dan denda sejumlah Rp1 miliar, subsidair 3 bulan kurungan penjara,” ucap Hakim Ketua Fitri Ramadhan, bacakan putusannya.

Syaffrans terbukti melakukan perbuatan cabul terhadap anak perempuannya sendiri yang masih berusia 14 tahun, perbuatan bejadnya tersebut tega ia lakukan hingga sebanyak 4 kali, sejak 2019 lalu dan kembali berulang di awal 2021 ini.

Baca Juga : Kasus Perlindungan Anak Meningkat Drastis

Setiap akan melaksanakan perbuatannya tersebut, Terdakwa selalu memanfaatkan keadaan sepi rumah saat isterinya tengah bekerja, sembari melakukan ancaman dan kekerasan kepada korban ia pun terus melancarkan aksi tak senonohnya itu.

Ulahnya tersebut akhirnya ketahuan lantaran dipergoki sendiri oleh sang istri, yang kemudian memberanikan diri dan segera melaporkan Syaffrans ke petugas Kepolisian.

Penulis: Eka Putra
  • Bagikan