Menu
Precision, Actual & Factual

Respons Bupati Lampung Tengah Soal Proyek Dinas Pengairan Hasil Investigasi DPP PEMATANK

  • Bagikan
Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad. Foto Istimewa

KIRKA.COBupati Lampung Tengah Musa Ahmad angkat bicara dan memberi respons kepada KIRKA.CO terkait hal yang berkenaan dengan hasil investigasi DPP PEMATANK Lampung.

Musa Ahmad menjelaskan bahwa hal yang menjadi hasil investigasi dalam pengerjaan proyek pada Dinas Pengairan Pemkab Lampung Tengah oleh DPP PEMATANK Lampung tidak lah seperti itu.

“Saya malah tidak tahu, dan setahu saya, semua dilakukan dengan terbuka. Jadi saya nggak mengerti kenapa bisa macam-macam dugaan-dugaan yang tidak-tidak,” ucap Musa Ahmad kepada KIRKA.CO, Kamis malam, 24 Juni 2021.

Musa Ahmad mengaku sedikit terlambat memberikan penjelasan kepada KIRKA.CO terkait hal yang berkenaan dengan penyampaian DPP PEMATANK Lampung.

Keterlambatannya dalam memberikan respons ini dikarenakan dirinya sedang dalam melaksanakan kegiatan di Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah.

“Mohon maaf agak telat. Saya masih kunjungan di Kalirejo, dan bermalam di sini,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, DPP Pematank Lampung menyampaikan pihaknya baru saja melakukan investigasi terhadap persoalan yang berkenaan dengan dugaan perbuatan tindak pidana korupsi.

Dari hasil investigasi yang dilakukan DPP PEMATANK Lampung ini, didapati adanya dugaan pengkondisian pengerjaan proyek di Dinas Pengairan Pemkab Lampung Tengah.

Diketahui, DPP PEMATANK Lampung terkenal kerap melakoni kegiatan investigasi.

Adapun hal yang dimaksud dalam hasil investigasi ini berkenaan dengan pengerjaan paket proyek yang dikelola Kelompok Kerja (Pokja) 2 pada Bagian Pengadaan Barang Jasa Lampung Tengah Tahun 2021.

“Temuan kami itu berkaitan dengan pengerjaan rehabilitasi. Ada 3 item temuan kami,” ungkap Ketua DPP PEMATANK Lampung Suadi Romli dalam keterangannya kepada KIRKA.CO, Kamis, 24 Juni 2021.

Romli menyebut, terdapat dugaan pengkondisian pemenang atas proyek tersebut. “Semacamnya kami duga, ada pengkondisian,” tambahnya.

Romli menuturkan, ia bersama timnya bahkan telah melakukan penelusuran terhadap lokasi serta keberadaan dari kantor pihak rekanan yang memenangkan pengerjaan proyek yang dimaksudnya.

Ia menegaskan, dalam waktu dekat dirinya akan melakukan pelaporan kepada lembaga penegak hukum demi menguji hasil temuan atas investigasi yang dilakoninya.

“Sejauh ini, kami berprinsip bahwa setiap hasil investigasi yang kami telusur, harus lah diuji. Iya pastinya begitu (akan membuat aduan resmi_red),” jelas dia.

“Kami berharap bahwa hal-hal yang berkaitan dengan perbuatan melanggar ketentuan hukum di Lampung Tengah tidak lagi terjadi. Cukup lah setidaknya hal yang bertendensi KKN itu berhenti di Lampung Tengah. Jangan lagi terulang, cukup hanya KPK saja yang kasih pelajaran,” timpalnya.

  • Bagikan