Menu
Precision, Actual & Factual

Rayuan Nona Lestari, Bikin Seorang ASN Rela Pinjam Uang dengan Gadaian Emas Milik Ibu

  • Bagikan
Kirka.co
Suasana Persidangan Virtual Perkara Tipu Gelap Terkait Penerimaan Honor Pol PP Dan Kenaikan Pangkat, Atas Nama Terdakwa Nona Lestari. Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Persidangan perkara tipu gelap dengan modus pengurusan kenaikan pangkat dan penerimaan honorer atas nama Nona Lestari kembali digelar dengan agenda keterangan saksi pada Selasa 29 Juni 2021, dalam persidangan kali ini didapati keterangan bahwa Korban YET telah termakan rayuan terdakwa hingga ia rela meminjam uang gadaian emas Ibunya.

Saat ditanyai Majelis Hakim terkait kesediaannya memberikan sejumlah uang kepada terdakwa Nona Lestari demi mendapatkan pangkat eselon III, korban mengaku telah termakan rayuan Nona Lestari hingga pada akhirnya ia menyadari bahwa dirinya telah tertipu.

“Ini kan yang jadi pertanyaan kami, kenapa bapak selaku Kasie yang notabennya seorang pejabat bisa begitu saja tertipu dengan terdakwa, yang hanya menjabat Staf,” tanya Hakim Ismail kepada korban YET.

“Awalnya saya di rayu, dijanjikan bisa diurus pangkat saya, setahu saya dia juga banyak link dan dekat dia mengaku dengan para pimpinan jadi saya yakin, saya juga nggak tahu yang mulia seperti dibawah alam sadar sampai saya bisa percaya begitu saja,” ungkap korban YET dalam keterangannya.

Sang ibu kandung korban yang dihadirkan dalam persidangan lanjutan kali ini pun menerangkan bahwa ketika itu ia meminjamkan anaknya dana Rp30 juta, yang ironinya uang tersebut berasal dari emas yang digadaikannya lantaran ia merasa YET tengah sangat membutuhkan biaya.

“Ketika itu di bulan Februari anak saya bilang butuh uang dan mau pinjam sekitar Rp30 juta, saya nggak tahu mau buat apa tapi saya merasa dia sedang butuh jadi saya menggadaikan emas,” ungkap SUR ibu kandung Korban.

Terdakwa Nona Lestari sendiri diketahui merupakan seorang oknum pegawai Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Lampung, UPTD Kotabumi Lampung Utara, ia didakwa telah mengakibatkan kerugian kepada YET dan dua puluh empat orang lainnya yang telah menyerahkan sejumlah uang total Rp571 juta demi dapat bekerja dengan status Honorer Dinas dan Honorer Pol PP, serta kemudahan kenaikan pangkat.

Akibat ulahnya tersebut Nona Lestari dijerat oleh Jaksa dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dan akan kembali disidangkan pada selasa pekan depan dengan agenda sidang yang masih akan mendengarkan keterangan saksi.

  • Bagikan