KIRKA – Kementerian Kesehatan kembali mengeluarkan data penanganan Covid se- Indonesia pada Sabtu 19 Juni 2021 pukul 17.00 WIB.
Dari data tersebut Lampung kembali nangkring di posisi kedua dengan angka kematian tertinggi kedua yang mencapai 5,2 persen.

Selain itu, Lampung juga menduduki peringkat 9 dengan angka kesembuhan terendah se-Indonesia mencapai 89 persen.
Menanggapi ini, Pengamat Pembangunan Daerah Nizwar Affandi menilai bahwa hal ini merupakan cerminan buruknya kinerja Pemerintah Provinsi dalam penanganan pandemi di Lampung.
Hal ini mengingat buruknya tingkat kematian dan kesembuhan di Lampung. Apalagi jika ditambah dengan sajian data tentang capaian vaksinasi di Lampung yang juga nomor dua terbawah secara nasional.
Baca Juga : Penanganan Covid 19 di Lampung makin Mengkhawatirkan
“Upaya penyekatan yang gagal mencegah fenomena Ping-pong terjadi antara Sumatera dengan Jawa,” ucap dia, Minggu 20 Juni 2021.

Padahal, kata dia, Pemprov Lampung telah
ditegur oleh Ketua Satgas Pusat terkait angka tingkat Kematian dan Tingkat Kesembuhan di Lampung pada bulan Maret 2021.
“Tetapi, setelah tiga bulan ditegur tampak tidak ada perubahan kinerja dalam penanganan pandemi di Lampung,” sindir dia.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar Gubernur Lampung Arinal Djunaidi segera merombak total Tim Satgas berikut Dinas terkait lainnya.
“Sudah jelas raportnya merah selama hampir 17 bulan penanganan pandemi di Lampung,” tegas dia.
Selain itu, Satgas Provinsi Lampung mesti segera merilis keterangan tentang tingkat Kematian, Tingkat Kesembuhan dan Capaian Vaksinasi dari 15 Kabupaten/Kota se- Bumi Ruwa Jurai.
Alasannya, agar publik mengetahui daerah mana saja yang kinerjanya buruk.






