PWNU Lampung 2023-2028 Harus Mandiri dan Tidak Berafiliasi

PWNU Lampung 2023-2028 Harus Mandiri dan Tidak Berafiliasi
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Dr H Puji Raharjo membenarkan dirinya ikut dalam pemilihan Ketua PWNU Lampung 2023-2028 dalam Konferwil XI NU Lampung, Senin (24/7/2023) malam. Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – Pengurus Harian PWNU Lampung 2023-2028 yang akan dipilih dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) XI NU harus mandiri dan tidak berafiliasi dengan partai politik.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana Konferwil XI NU Lampung Prof H Alamsyah.

“NU diharapkan menjadi payung besar dan rumah besar bagi semua umat Islam dan non muslim yang ikut berlindung dan mendapatkan manfaat dari NU,” kata Prof Alamsyah pada Senin (24/7/2023).

“Dan NU juga tidak diklaim hanya terafiliasi atau menjadi wadah satu partai,” tambah dia.

Baca Juga: PBNU Tidak Melarang Nahdliyin Maju di Pilpres 2024

Sejalan dengan tema Konferwil XI NU Lampung “Kemandirian untuk Membangun Peradaban” Pengurus Harian PWNU Lampung 2023-2028 harus mandiri dan tidak berafiliasi dengan partai politik.

“Di sinilah tema besar PWNU Lampung untuk memenuhi persyaratan kelas A atau level satu,” kata dia.

Prof Alamsyah menjelaskan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) Lampung masuk dalam klasifikasi Kelompok A.

Diketahui, dalam Konferensi Besar NU Tahun 2022, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membagi klasifikasi PWNU dan PCNU seluruh Indonesia menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok A, B, dan C.

Sehingga, PWNU Lampung menjadi PWNU Kelompok A pertama se-Indonesia yang menggelar konferensi wilayah di 2023 dengan peserta terbanyak.

“Ini akan menjadi contoh bagi PWNU lainnya. Maka PWNU Lampung dengan struktur ke bawahnya harus menjadi sebuah perkumpulan organisasi yang mandiri secara ekonomi dan sosial politik. Tapi, tetap dalam bingkai NKRI dan Pancasila,” ujar dia.

PWNU mendukung demokrasi dengan mengayomi semua partai politik.

NU sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, kata Prof Alamsyah, ikut mendukung perkembangan demokrasi di Indonesia melalui partai politik.

“Semua partai, monggo, pengurusnya menjadi warga NU. Silakan. NU akan mengayomi dan ikut mendukung perkembangan demokrasi di Indonesia melalui berbagai macam partai,” pungkas dia.

Sebagai informasi, pembagian kelompok PWNU dan PCNU ini berdampak pada syarat menjadi pengurus harian sebagaimana diatur dalam Peraturan Perkumpulan Nomor 11 Tahun 2022 tentang Klasifikasi Struktur dan Pengukuran Kinerja.

Bab III tentang Syarat Menjadi Pengurus Harian Nahdlatul Ulama, Pasal 5 menyebutkan:

Jabatan Pengurus Harian Syuriyah, Pengurus Harian Tanfidziyah dan Ketua Umum Badan Otonom pada semua tingkatan tidak dapat dirangkap dengan jabatan pengurus harian partai politik atau organisasi yang berafiliasi dengan partai politik di semua tingkatan.

Kemudian pada Pasal 6 disebutkan bahwa: 

Jabatan Pengurus Harian Nahdlatul Ulama pada semua tingkatan tidak dapat dirangkap dengan jabatan pengurus organisasi kemasyarakatan yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip perjuangan dan tujuan Nahdlatul Ulama.

Adapun syarat lainnya untuk menjadi pengurus PWNU Kelompok A adalah harus lulus Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN-NU).

Sedangkan syarat menjadi pengurus PCNU kelompok A adalah lulus Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU).

Salah satu bakal Calon Ketua PWNU Lampung 2023-2028, Dr H Puji Raharjo, membenarkan persyaratan tersebut.

Dr H Puji Raharjo saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung.

“Harus orang NU, kemudian sudah ikut pengkaderan dan berpengalaman,” ujar dia saat ditemui di Asrama Haji Provinsi Lampung, Bandar Lampung, pada Senin (24/7/2023) malam.

“Karena kita ini adalah kategori A jadi peserta konferwil itu terdiri dari MWC dan PC seluruh Lampung. Ada 241 suara yang ikut di dalam,” lanjut dia.

Baca Juga: Konferwil XI NU Lampung Memperebutkan 241 Suara

Puji Raharjo optimis dirinya akan terpilih dalam Konferwil XI NU Lampung di Universitas Ma’arif Lampung (Umala) Kota Metro pada 29-30 Juli 2023.

“Ini bagian dari kita berkhidmat untuk umat. Dan kita kalau memang direstui dan didukung oleh para kiyai, ya bismillah,” pungkas dia.