Berebut Tiket PON Beladiri Manado, 55 Atlet Anggar Lampung Berlaga di Kejurprov 2026

Berebut Tiket PON Beladiri Manado, 55 Atlet Anggar Lampung Berlaga di Kejurprov 2026
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat (kiri), saat memberikan sambutan pada pembukaan Kejurprov Anggar 2026 bersama para atlet di GOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Ajang ini menjadi arena perebutan tiket PON Beladiri Manado. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Sebanyak 55 atlet anggar dari berbagai daerah di Provinsi Lampung mulai beradu ketangkasan memperebutkan tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri Manado melalui ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2026.

Kompetisi garapan Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Lampung tersebut berlangsung di Lantai 2 GOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 30-31 Mei 2026.

Bukan sekadar turnamen rutin, ajang adu pedang antar kabupaten/kota tersebut menjadi arena seleksi ketat bagi para atlet dari berbagai kategori usia.

Ketua Pengprov IKASI Lampung, Watoni Noerdin, menegaskan gelaran kejuaraan merupakan fondasi utama dalam pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga anggar di Bumi Ruwa Jurai.

“Melalui Kejurprov, kami berharap lahir atlet-atlet terbaik yang nantinya mampu menjadi wakil Lampung di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Watoni, Sabtu, 30 Mei 2026.

Meski tensi persaingan menuju pentas nasional sangat tinggi, Watoni mewanti-wanti seluruh peserta agar tidak menghalalkan segala cara.

Kemenangan mutlak diraih melalui kerja keras, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai fair play.

Di sisi lain, proses penjaringan bibit unggul tersebut mendapat pengawalan langsung dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung.

Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, menilai kompetisi anggar tingkat provinsi sangat krusial sebagai langkah taktis menghadapi serangkaian agenda olahraga besar ke depan.

Menurut Taufik, seleksi ketat merupakan ajang pemanasan mesin prestasi menjelang PON Beladiri Manado, sekaligus persiapan menatap PON reguler di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Apalagi, Lampung dituntut mulai menyiapkan regenerasi atlet sejak dini guna menopang target besar menjadi tuan rumah PON ke-23 pada 2032 mendatang.

“Pembinaan atlet muda lewat kompetisi terstruktur mutlak diperlukan agar ke depan Lampung memiliki daya saing kuat.

“Tentu, proses panjang pembinaan bermula dari dukungan penuh orang tua di lingkungan keluarga,” pungkas Taufik.