Kirka – Jajaran aparatur sipil negara (ASN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung patungan menyembelih dua ekor sapi pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
Seluruh paket daging hasil urunan mandiri para pegawai langsung disalurkan kepada warga kurang mampu.
Melihat aksi kolektif abdi negara, Tenaga Percepatan Pembangunan (TPP) Gubernur Lampung Bidang Perindustrian dan Perdagangan, Mahendra Utama, menilai praktik memotong hewan kurban memiliki makna filosofis mendalam.
Ia memandang hilangnya sekat kelas jabatan saat pemotongan berlangsung sebagai wujud nyata pengikisan sifat individualistis di dalam sistem pemerintahan.
“Ketika pejabat eselon dan staf bahu-membahu memotong sapi di lapangan, terbangun satu pesan moral kuat.
“Hakikatnya mereka tengah menyembelih ego pribadi demi menumbuhkan kepedulian publik berskala luas,” ungkap eksponen 98 itu di Bandarlampung, Kamis, 28 Mei 2026.
Prosesi penyembelihan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perindag Provinsi Lampung, Zimmi Skil, dan berlangsung selama dua hari.
Seekor sapi dipotong di area Masjid Assolihin pada Rabu, 27 Mei, menyusul satu ekor lainnya di lapangan parkir belakang kantor dinas pada keesokan harinya.
Zimmi memastikan kegiatan kerohanian di instansinya murni bersumber dari kantong pribadi pegawai.
Ia menepis anggapan soal pemanfaatan instrumen anggaran daerah untuk membiayai rutinitas kalender tahunan.
“Kurban membawa dimensi tujuan mutlak. Selain mendaki kedekatan kepada Sang Pencipta, kami ingin menguji sekaligus membuktikan bahwa empati aparatur negara benar-benar hadir untuk merespons kondisi riil masyarakat bawah,” jelas Zimmi Skil.
Menyitir pesan Rasulullah SAW dari riwayat Bukhari tentang anjuran memberi makan orang lapar, sang Kadis menjamin pembagian daging dari Masjid Assolihin berjalan tepat sasaran.
Pendistribusian diawasi ketat agar menyasar kelompok rentan secara presisi.
Bagi Zimmi, sebungkus daging mungkin sekadar mengenyangkan perut warga miskin untuk waktu singkat.
Namun, meleburnya eksklusivitas aparatur menjadi kesadaran berbagi merupakan investasi sosial berjangka panjang.
Ia berharap laku spiritual dari pelataran Disperindag mampu merambat ke seluruh satuan kerja Pemprov Lampung demi menekan angka ketimpangan ekonomi warga.






