PON 2032, KONI Lampung Gandeng Pengprov Cabor Sisir Kelayakan Venue

PON 2032, KONI Lampung Gandeng Pengprov Cabor Sisir Kelayakan Venue
Sekretaris Panitia TPP Calon Tuan Rumah PON 2032, Eman Sumusi dan Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Euforia kesepakatan pembagian cabang olahraga (cabor) bersama Provinsi Banten segera dikesampingkan.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung kini mengarahkan radar fokus sepenuhnya pada palagan teknis, kelayakan venue.

Tidak ingin sekadar formalitas, lembaga olahraga tertinggi di Bumi Ruwa Jurai ini merangkul langsung para pemangku kepentingan utama, yakni Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabor, untuk turun gunung melakukan inspeksi maraton terhadap 26 arena pertandingan yang disiapkan untuk bidding tuan rumah PON XXIII/2032.

Langkah segera dieksekusi. Sebuah pertemuan dijadwalkan digelar pada Senin, 6 April 2026 mendatang.

Konsolidasi intensif antara panitia internal dan perwakilan asosiasi cabor akan menjadi agenda utama sebelum menyambut kedatangan tim visitasi KONI Pusat.

Sejalan dengan ambisi tersebut, Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, menegaskan agenda prioritas organisasi.

“Selanjutnya kita fokus untuk menghadapi verifikasi venue. Dan hari Senin tanggal 6 April 2026, kita mengundang panitia dan cabor untuk mendampingi tim verifikasi,” paparnya, Kamis, 2 April 2026.

Keputusan melibatkan langsung representasi cabor bukan tanpa alasan kuat.

Pengprov Cabor memegang kunci standar teknis mutlak untuk masing-masing disiplin olahraga, mulai dari dimensi lapangan, spesifikasi peralatan, hingga prosedur operasional pertandingan (SOP).

Inspeksi mandiri bukan sekadar mengecek fisik dasar, melainkan memastikan seluruh ekosistem pendukung telah sesuai regulasi federasi nasional maupun internasional.

Sekadar diketahui, Tm verifikasi dari KONI Pusat tidak akan menilai arena pertandingan dalam ruang hampa.

Mereka menuntut jaminan kelayakan holistik, meliputi, aksesibilitas yang jelas, fasilitas medis, ruang tes doping, hingga sarana kenyamanan bagi seluruh perangkat pertandingan, atlet, dan penonton.

Tantangan terbesar KONI Lampung adalah membuktikan keseriusan tersebut melalui kesiapan 26 arena yang akan diuji.

Tindakan itu merupakan konsekuensi langsung dari kesepakatan bersejarah bersama KONI Banten sebelumnya, di mana Lampung secara resmi mengunci tanggung jawab penyelenggaraan 26 cabor.

Waktu memang terus memburu. Persiapan dini yang dilakukan sejak awal April dirancang sebagai langkah untuk memberikan kesan positif dan membuktikan kapasitas Lampung sebagai co host yang kredibel.

Puncak dari fase validasi, yakni visitasi resmi dari Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Pusat, dijadwalkan berlangsung secara maraton pada 14-18 April 2026 mendatang.