KIRKA – Masyarakat menilai Polri harus ungkap motif pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat ke publik, tanpa menunggu persidangan.
Khalayak memegang janji Kapolri untuk mengusut tuntas motif Irjen Ferdy Sambo menghabisi nyawa ajudannya tersebut secara objektif, transparan, dan akuntabel.
Baca Juga: Mayoritas Publik Menilai Pantas Ferdy Sambo Dihukum Mati
“Mayoritas berpendapat motif pembunuhan segera diungkap ke publik,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, pada Kamis, 25 Agustus 2022.
Hasil Survei Nasional INDIKATOR “Persepsi Publik terhadap “Kasus Sambo: Antara Penegakan Hukum dan Harapan Warga” periode 11-17 Agustus 2022 menyebutkan 65.6 persen responden berpendapat motif pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat segera diungkap ke publik.
INDIKATOR melakukan survei kepada 1.229 responden secara acak melalui nomor telepon. Responden merupakan WNI berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon.
Survei dilakukan beberapa hari setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pada 9 Agustus 2022.
Publik nasional menilai motif pembunuhan Brigadir J seharusnya dibuka kepada masyarakat umum oleh Polri.
“Tantangan besar bagi Kapolri dalam mengawal institusi Kepolisian bagi penuntasan kasus tersebut,” ujar Burhanuddin Muhtadi dalam keterangannya.
Menurut dia, kasus ini akan sangat berdampak terhadap kepercayaan publik kepada Kepolisian, dan supremasi penegakan hukum.
“Lebih jauh lagi terhadap legitimasi pemerintahan Presiden Joko Widodo,” kata dia.
Hingga saat penelusuran ini dilakukan, lanjut Burhanuddin Muhtadi, lebih dari separuh warga nasional mengetahui kasus tersebut atau sebesar 54.7 persen.
INDIKATOR mengajukan dua opsi kepada responden tentang hal yang sebaiknya dilakukan pihak Kepolisian terkait dengan motif atau alasan mengapa Irjen Ferdy Sambo menginginkan Brigadir J dibunuh.
1. Sebanyak 65.6 persen responden menilai motif atau alasan pembunuhan segera diungkap kepada publik
2. Sementara 29.7 persen lainnya menilai untuk menjaga perasaan semua pihak yang terkait, motif atau alasan pembunuhan tidak diungkap oleh Kepolisian saat ini, pengungkapan akan dilakukan di masa persidangan.
3. Kemudian 4.7 persen responden mengatakan Tidak tahu atau Tidak jawab.
Dari hasil Survei Nasional INDIKATOR diketahui bahwa Polri sebaiknya membuka motif pembunuhan Brigadir J.
“Mayoritas 65.4 persen warga tahu bahwa Brigadir J dituduh melakukan pengancaman dan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Tapi hampir semua atau 86.4 persen yang pernah mendengar tuduhan tersebut kurang/tidak percaya Brigadir J melakukan hal tersebut,” kata Burhanuddin Muhtadi.
Dia menyampaikan mayoritas 81.8 persen warga yang mengikuti berita terkait kasus tersebut, lebih meyakini bahwa Brigadir J sengaja dibunuh karena alasan tertentu.
“Dan 10 persennya meyakini bukan karena adu tembak akibat melakukan pengancaman dan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi,” ujar dia.
Kemudian mayoritas 65.6 persen warga menginginkan motif pembunuhan terhadap Brigadir J segera diungkap kepada khalayak.
“Sementara itu, sekitar 29-30 persen menilai motif pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat tidak diungkap oleh Kepolisian demi menjaga perasaan seluruh pihak yang terkait dalam kasus tersebut,” kata dia.
Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI pada Rabu, 24 Agustus 2022, Kapolri menyampaikan sebanyak 97 personel diperiksa, dan 35 orang diduga melanggar kode etik profesi.
Dari jumlah tersebut, 18 orang sudah ditempatkan di penempatan khusus.
Menghadapi kasus ini, ujar Burhanuddin Muhtadi, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar Kapolri mengungkap kasus ini tanpa ada yang ditutupi.
Polri harus ungkap motif pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat ke publik.
“Instruksi ini seolah mengindikasikan bahwa ada upaya untuk menutup-nutupinya di awal sehingga diperlukan instruksi tegas dari Presiden,” ujar dia.






