KIRKA – Polisi respons isu peluru nyasar di ruangan Kajari Pesawaran, Diana Wahyu Widiyanti –yang diisukan terjadi pada bulan Oktober 2022 kemarin.
Kepala Polres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo saat dikonfirmasi KIRKA.CO pada 7 November 2022, mengatakan kalau isu itu tidak sepenuhnya benar dalam konteks peluru nyasar.
“Saya sampaikan itu bukan peluru nyasar,” ujar AKBP Pratomo Widodo.
Baca juga: Tabrakan Babaranjang di Stasiun Rengas Lampung Tengah
KIRKA.CO juga telah mengonfirmasi isu ini kepada Kasi Intelijen Kejari Pesawaran, Andy Pranomo pada 7 November 2022.
Namun demikian, mantan Kasi Datun Kejari Lampung Timur tersebut belum memberikan respons hingga kabar ini dipublikasikan.
AKBP Pratomo Widodo kembali menerangkan bagaimana kemungkinan peluru tersebut berada di kantor Kejari Pesawaran.
Baca juga: Pemalak Sopir yang Melintas Dari Sumatera Selatan ke Lampung Ditangkap
“(Bukan peluru nyasar) Namun jatuhan peluru yang ditembakkan ke atas,” timpalnya.
Dia kemudian menambahkan bahwa sampai saat ini pihak kepolisian menaruh kemungkinan kalau peluru tersebut meletus dari senjata api yang diduga sedang digunakan untuk latihan menembak.
Atau, tambahnya, peluru yang meletes dari senjata api yang diduga sedang digunakan oleh seseorang untuk memberikan tembakan peringatan ke atas.
Baca juga: Dugaan Penipuan Oleh Oknum Anggota DPRD Pesawaran Diusut Polisi
Namun demikian, pihak kepolisian belum mengetahui dengan detail dan rinci siapa gerangan di balik pemilik senjata api tersebut.
“Belum diketahui dari senjata siapa, ada kemungkinan sedang latihan atau peluru yang ditembakkan untuk peringatan ke atas oleh petugas,” tutur AKBP Pratomo Widodo.
Isu beredar yang diterima dan dihimpun KIRKA.CO menyebutkan bahwa sebutir peluru disebut-sebut menembus plafon dan berhenti di ruangan Kajari Pesawaran, Diana Wahyu Widiyanti.
Baca juga: KPK Lakukan Observasi di Kabupaten Pesawaran
Persisnya peluru itu disebut-sebut melesat dan mengenai 1 unit kulkas di samping kursi milik Diana Wahyu Widiyanti.
Kabar ini disebut-sebut terjadi pada 14 Oktober 2022 lalu. Ketika peristiwa ini terjadi, Diana Wahyu Widiyanti disebut-sebut sedang tidak berada di ruangannya.






