KIRKA – OJK didesak usut dan ungkap persoalan Bank Lampung yang beberapa waktu ini sedang diperbincangkan.
Desakan kepada OJK ini mengemuka dari penuturan aktivis antikorupsi di Lampung, Suadi Romli.
Baca Juga : Bank Lampung Terancam Bangkrut Jika Nasabah Panik
Romli menyayangkan persoalan yang terjadi di Bank Lampung apabila tanpa adanya keterlibatan lembaga OJK.
Romli mengingatkan OJK untuk sadar diri atas apa tugas dan tujuan lembaga tersebut didirikan.
“OJK mesti kita desak mengusut, menginvestigasi persoalan yang terjadi di Bank Lampung. OJK harus ingat apa yang menjadi tugasnya, jangan lupa diri,” kata Romli pada 10 Juni 2022.
Berdasar pada situs OJK, Otoritas Jasa Keuangan ini dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.
OJK juga mempunyai fungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan.
Kemudian OJK pun mempunyai tugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan, sektor Pasar Modal, dan sektor IKNB.
Berangkat dari tujuan, fungsi dan tugas ini, Romli mendesak OJK terlibat sebagai lembaga independen untuk menyelami persoalan di Bank Lampung.
“OJK sudah jelas diberi tugas dan lainnya untuk urusan yang berkait dengan perbankan. Mereka dibentuk mengawasi kegiatan perbankan. Dan kita ingin apapun hasilnya, segera disampaikan kepada publik sebagai pertanggungjawaban OJK,” ungkap Romli.
Adapun persoalan yang terjadi di Bank Lampung adalah tentang hilangnya uang beberapa nasabah.
Sedikitnya Bank Lampung menyampaikan telah menerima 34 aduan atas persoalan serupa.
Baca Juga : Fahrizal Darminto Diminta Mengundurkan Diri sebagai Komisaris Utama Bank Lampung
Atas peristiwa itu, sementara ini diduga telah terjadi dugaan kejahatan skimming.
Diketahui, kejahatan Skimming adalah tindakan pencurian data kartu ATM seperti PIN dan nomor kartu.
Skimming dilakukan dengan memasangkan alat yang disebut Skimmer pada lubang kartu di mesin ATM dan memasangkan kamera mini untuk meng capture PIN.






