Muzani Sebut Proporsional Tertutup Menguatkan Partai

Muzani Sebut Proporsional Tertutup Menguatkan Partai
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani (tengah) didampingi Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal (kanan) dalam konferensi pers Rakorda Gerindra Lampung 2023 di Graha Wangsa, Kota Bandar Lampung, Rabu (14/6/2023). Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani sebut proporsional tertutup menguatkan partai pada acara Rakorda Gerindra Lampung 2023 di Graha Wangsa, Kota Bandar Lampung, Rabu (14/6/2023).

“Di satu sisi memang bisa menjadi penguatan partai, tapi di sisi lain menjauhkan rakyat dengan wakilnya,” ujar Muzani usai memberikan arahan kepada pengurus dan bakal caleg Partai Gerindra Lampung.

Baca Juga: Rakorda Gerindra Lampung “Menjemput Kemenangan Tahun 2024”

Muzani menyampaikan kepada awak media bahwa Partai Gerindra menginginkan Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 tetap diselenggarakan dengan sistem proporsional terbuka.

“Kami ingin MK (Mahkamah Konstitusi) tetap meneguhkan posisi seperti sekarang ini bahwa pileg dengan sistem proporsional terbuka,” kata Muzani.

Diketahui, Mahkamah Konstitusi akan memutuskan sistem pemilu terbuka atau tertutup pada Kamis (15/6/2023) pukul 09.30 WIB.

Muzani sebut proporsional tertutup menguatkan partai politik, tetapi melemahkan demokrasi.

Menurut dia, sistem pemilu proporsional tertutup menimbulkan kesenjangan wakil rakyat dengan konstituennya.

“(Sistem terbuka) ini bagi kami adalah sesuatu yang justru menguatkan demokrasi dan menguatkan kedekatan antara wakil rakyat dengan rakyatnya,” ujar dia.

“Kalau sistem tertutup, dalam pandangan kami, menjauhkan wakil rakyat dengan rakyatnya,” tambah Muzani.

Baca Juga: Kanibalisme Caleg di Lampung

Pada 14 November 2022 lalu, enam orang mengajukan gugatan terhadap UU Pemilu tentang sistem proporsional terbuka.

Di antaranya Demas Brian Wicaksono (pengurus PDIP Cabang Probolinggo); Yuwono Pintadi; Fahrurrozi (bacaleg 2024); Ibnu Rachman Jaya (warga Jagakarsa, Jakarta Selatan); Riyanto (warga Pekalongan); dan Nono Marijono (warga Depok).

Mereka berharap MK mengembalikan sistem Pemilu 2024 ke sistem proporsional tertutup.