Musyawarah Ganti Rugi Tol Depok-Antasari Rampung Digelar

Musyawarah Ganti Rugi Tol
Musyawarah yang membahas tentang ganti rugi atas pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Depok-Antasari atau Desari di Kecamatan Cipayung, Kota Depok sudah rampung digelar pada 27 Oktober 2023 kemarin. Foto: Arsip BPN Kota Depok.

KIRKA – Musyawarah yang membahas tentang ganti rugi atas pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Depok-Antasari atau Desari di Kecamatan Cipayung, Kota Depok sudah rampung digelar pada 27 Oktober 2023 kemarin.

Rampungnya musyarawah ganti rugi atas pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Depok-Antasari itu disampaikan BPN Kota Depok dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada 30 Oktober 2023.

Dalam pernyataan BPN Kota Depok, musyawarah tersebut telah dihadiri oleh pemilik tanah langsung, ahli waris, dan perwakilan dari KJPP Toto Suharto dan rekanan yang ditunjuk sebagai penilai independen.

Kepala BPN Kota Depok Indra Gunawan mengatakan musyawarah tersebut bertujuan untuk menyampaikan hasil penilaian nilai ganti rugi bidang tanah yang akan digunakan untuk pembangunan jalan tol Desari.

Ketentuan musyarawah ini, lanjut Indra, diatur dalam Pasal 71-75 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 Jo. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Jo. Pasal 112-114 Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2021.

“Jalan tol ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional atau PSN yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas antara wilayah Depok dan Jakarta Selatan,” jelas Indra Gunawan pada 30 Oktober 2023.

Baca juga: Polemik Pembayaran UGK Lahan Eks Situ Krukut Direspons BPN

Indra Gunawan menjelaskan keberlanjutan PSN bagi Kota Depok sebagai kota satelit yang memiliki jumlah penduduk lebih dari dua juta jiwa sangat penting.

“Kota Depok memiliki potensi ekonomi, sosial, dan budaya yang cukup besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam hal infrastruktur, terutama transportasi. Salah satu upaya untuk mengatasi tantangan tersebut adalah dengan pembangunan proyek strategis nasional berupa jalan,” paparnya.

Untuk informasi, jalan tol Desari merupakan jalan tol penghubung antara Jakarta dengan Depok yang melintasi Kota Jakarta Selatan, Kota Depok, Kabupaten Bogor dan terakhir nyambung Serpong-Cinere.

Jalan tol Desari memiliki panjang total 27,9 km dan terdiri dari lima seksi pekerjaan. Seksi 1 dan 2 telah beroperasi sejak tahun 2018 dan 2020.

Sedangkan seksi 3, 4, dan 5 masih dalam proses pembangunan. Jalan tol ini dikelola oleh PT Citra Waspphutowa, anak perusahaan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).

Manfaat Tol Desari, sambung Indra, meningkatkan konektivitas dan mobilitas antara wilayah Depok dan Jakarta Selatan.

Baca juga: BPN Depok Komit Dukung Program Pemerintah Antikorupsi

Dengan adanya jalan tol ini, waktu tempuh antara kedua wilayah dapat dipangkas hingga 50 persen.

Hadirnya PSN ini memudahkan perpindahan penduduk, barang, dan jasa antara kedua wilayah, serta meningkatkan interaksi sosial dan ekonomi.

Di sisi lain, realisasi PSN Tol Desari mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kota Depok. Jalan tol ini dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modal di Kota Depok, khususnya di sektor properti, industri, perdagangan, dan jasa.

“Hal ini dapat meningkatkan pendapatan daerah, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat serta ,endukung pengembangan kawasan strategis di Kota Depok,” jelas Indra.

Jalan tol Desari dapat mendukung pengembangan kawasan-kawasan strategis di Kota Depok, seperti kawasan pendidikan (Universitas Indonesia), kawasan bisnis (Grand Depok City), kawasan pariwisata (Taman Wisata Mekarsari), dan kawasan perumahan (Cinere Resort).

“Secara otomatis hadirnya Jalan tol Desari dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing Kota Depok sebagai kota modern dan berkualitas,” terangnya.

Baca juga: BPN Kota Depok Selesaikan Konflik Tanah Lewat GTRA

Manfaat lain, mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Tol Jagorawi. Jalan tol ini dapat menjadi alternatif bagi pengguna jalan yang hendak menuju Jakarta dari bagian selatan Jakarta.

Hal ini dapat mengurangi beban lalu lintas di Jalan Tol Jagorawi yang sering mengalami kemacetan parah, terutama pada jam sibuk.

Jalan tol Desari dibangun dengan memperhatikan aspek lingkungan hidup dan keselamatan jalan.

Dampak lain, sambung Indra, dapat mengurangi dampak negatif pembangunan jalan tol terhadap lingkungan sekitar, seperti polusi udara, suara, dan tanah.

Selain itu, jalan tol ini juga dilengkapi dengan fasilitas keselamatan jalan, seperti rambu-rambu lalu lintas, CCTV, call box, rest area, dan lain-lain.

“Proyek ini merupakan salah satu bukti komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi di Indonesia, dan BPN Kota Depok akan terus mendukung percepatan PSN ini,” tutur Indra Gunawan.

Baca juga: Indra Gunawan: BPN Kota Depok Minta PPAT dan Notaris Jaga Martabat Profesi dan Putus Rantai Calo

Untuk diketahui, proses musyawarah ganti kerugian untuk pengadaan tanah jalan tol Desari berlangsung dengan tertib, lancar dan menghasilkan kesepakatan yang adil dan transparan antara pihak-pihak yang terkait.

BPN Kota Depok akan terus berkomitmen untuk menjalankan proses pengadaan tanah ini dengan profesional, akuntabel, dan bertanggung jawab.

“Kami juga menghargai hak-hak para pemilik tanah yang terkena dampak pembangunan jalan tol ini,” imbuhnya.

“Kami berharap kerjasama dan dukungan dari semua pihak agar proses pengadaan tanah ini dapat selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” tutup Indra Gunawan.