KIRKA – Mingrum Gumay dan Nunik temui masa aksi tolak kenaikan BBM, untuk berdiskusi dan mendengar langsung poin tuntutan yang diorasikan dalam gelaran unjuk rasa Aliansi Lampung Memanggil tersebut.
Bac Juga: Masa Aksi Protes BBM Jebol Kawat Duri Polisi
Usai kurang lebih selama dua jam para Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Memanggil berorasi di depan gerbang Pemprov Lampung, akhirnya Ketua DPRD Lampung beserta dengan Wakil Gubernur bersedia turun untuk menemui masa.
Keduanya pun melaksanakan diskusi dengan perwakilan Mahasiswa dalam penjagaan aparat kepolisian yang ketat, yang kemudian menerima penyerahan tuntutan aksi untuk diteruskan ke pusat.
“Saya tadi bersama dengan ibu Wagub beserta dengan jajaran dprd provinsi lampung, telah mendengar dan memperhatikan serta memahami apa yang menjadi aspirasi kelompok mahasiswa yang dimaksud dan kami terima,” jelas Mingrum Gumay, Kamis 15 September 2022.
Baca Juga: Masa Demonstran Kenaikan BBM Lampung Laksanakan Sholat Dzuhur Berjamaah
Lebih lanjut dirinya menegaskan, seluruh tuntutan masa aksi hari ini akan diteruskan oleh pihaknya, namun tetap dengan melewati mekanisme yang berlaku.
“Dan dalam hal ini ada mekanisme prosedur di pemerintahan eksekutif maupun legislatif, seperti yang kita ketahui bahwa persoalan yang ibawa oleh aksi ini bukanlah persoalan lokal, namun kami akan teruskan melalui mekanisme yang kami maksud tadi,” urainya.
Baca Juga: Demo Kenaikan BBM PMII Gerudug Gedung DPRD Kota Bandar Lampung
Diketahui dalam orasinya, Aliansi Lampung Memanggil menuntut enam poin kepada Pemerintah, antara lain menolak kenaikan harga BBM, menolak RKUHP, meminta agar dicabutnya UU Nomor 11 Tahun 2020.
Dan meminta adanya transparasi RUU SISDIKNAS, pemberian jaminan sosial untuk rakyat, serta meminta dihentikannya represiffitas Aparat.






