Megawati Soekarnoputri juga Petugas Partai di PDIP

Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Foto: Istimewa.

KIRKA – Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa dirinya juga merupakan Petugas Partai di PDI Perjuangan sama halnya dengan Joko Widodo.

Ia mengutarakan hal itu di acara penutupan Rakernas IV PDI Perjuangan yang berlangsung di Kemayoran, Jakarta Pusat pada 1 Oktober 2023 kemarin.

Megawati menyampaikan hal tersebut sebagai responsnya mendengar pendapat orang tentang dirinya yang dianggap sombong karena telah menyebut Joko Widodo yang merupakan Presiden RI ke-7 merupakan Petugas Partai di PDIP.

Padahal menurut dia, status Petugas Partai terhadap Joko Widodo juga sama halnya dengan status yang ia punya.

Rujukan Megawati Soekarnoputri sebagai Petugas Partai di PDIP didasarkan pada AD/ART di PDIP itu sendiri.

“Saya itu sampai bingung. Lah kok saya bilang ‘Pak Jokowi Petugas Partai, Kader’, loh kok saya diomongkan yang namanya katanya terlalu sombong.

Itu adalah AD ART di partai kita,” kata Ketua Umum PDI Perjuangan itu.

Baca juga: Rusia Ucapkan Selamat HUT Megawati Soekarnoputri ke-75

Mega mengatakan dirinya sebagai Petugas Partai di PDIP diamanatkan oleh Kader PDIP lewat Kongres Partai untuk mengemban jabatan sebagai Ketua Umum PDIP.

Jabatan itu, menurut dia, tentu bukan diberikan kepada orang di luar PDIP.

“Saya pun Petugas Partai loh. Ditugasi oleh kongres partai untuk menjadi dipilih kalian untuk bertanggung jawab sebagai ketua umum,” imbuhnya.

“Nggak mungkin orang lain tiba-tiba bisa menjadi ketua umum. Terus siapa yang mau milih kalau tiba-tiba orang luar yang dipilih,” katanya lagi.

Megawati mengaku bingung dirinya bahkan tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan aturan di partainya.

Walhasil, istilah Petugas Partai kerap menjadi kontradiksi di tengah masyarakat.

“Nah bayangkan kok kita tidak diberi kesempatan untuk menerangkan hal ini. Padahal dengan demikian sering kontradiktif,” ujarnya.

Baca juga: Megawati Bakal Umumkan Ganjar Pranowo Capres PDIP

Megawati diketahui merupakan Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat sejak 23 Juli 2001 sampai 20 Oktober 2004.
Mega merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP, sejak memisahkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia pada tahun 1999.