Menu
Precision, Actual & Factual

MAKI: Aziz Syamsudin Keluarlah dan Jangan Sembunyi

  • Bagikan
Koordinator MAKI Boyamin Saiman ketika ia berkunjung ke PN Tipikor Tanjungkarang. Foto Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Nama Wakil Ketua DPR Aziz Syamsudin disebut-sebut dan diduga terlibat dalam upaya makelar kasus atau Markus.

Dugaan keterlibatan tersebut mencuat dalam perkara yang membelit penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Azis Syamsudin disebut sebagai pihak yang menghubungkan penyidik KPK Robin dengan Wali Kota Tanjungbalai, M. Syahrial ihwal penanganan perkara di KPK.

Koodinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman dalam keterangan tertulisnya memberikan tanggapan atas dugaan keterlibatan Aziz Syamsudin tadi.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, tidak bersembunyi.

Pernyataan MAKI ini kemudian berkaitan dengan jawaban Azis yang dianggap tidak lugas karena menyebut ‘Bismillah Alfatehah’ terkait perkara penyidik KPK tadi.

“MAKI memohon dan meminta kepada Yang Terhormat Azis Syamsudin sebagai Pimpinan dan anggota DPR RI segera memberikan klarifikasi terbuka karena apapun dia wakil rakyat sehingga wajib memberikan penjelasan kepada rakyatnya dalam bentuk jumpa pers atau melalui media sosial sesuai pilihannya,” ujar Boyamin Saiman, Sabtu, 24 April 2021.

“Yang Terhormat Azis Syamsudin tidak boleh menunda dan bahkan bersembunyi dengan cara memberikan jawaban pendek jika keadaan dianggap tidak menguntungkan dirinya karena pada posisi lain yang dianggap menguntungkan diri biasanya Yang Terhormat Azis Syamsudin akan memberikan keterangan panjang lebar,” lanjut Boyamin Saiman.

Wakil Ketua DPR Aziz Syamsudin. Foto Istimewa

Boyamin menyarankan agar Aziz Syamsudin jangan mencoba untuk bersembunyi karena justru akan berdampak tidak baik. Maka dari itu, Boyamin meminta Aziz keluar saja dari ‘persembunyiannya’.

“Masyarakat dapat dipastikam akan memaknai dengan hal-hal yang buruk berdasar dugaan keadaan yang disembunyikan, kalau tidak ada masalah mestinya buka-bukaan tanpa ada yang ditutupi,” jelas Boyamin

Untuk diketahui, keterlibatan Aziz tadi diungkapkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Azis Syamsuddin diduga menjadi aktor di balik pertemuan antara penyidik KPK bernama Stepanus Robin Pattuju dengan Wali kota Tanjungbalai periode 2016-2021 M Syahrial.

Penyebutan Firli itu juga kemudian muncul dalam konstruksi perkara atas dugaan suap oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2021.

“Pada Oktober 2020, SRP (penyidik KPK) melakukan pertemuan dengan MS (Wali Kota Tanjungbalai) di rumah dinas AZ (Aziz Syamsuddin) Wakil Ketua DPR RI di Jakarta Selatan,” kata Firli, Kamis, 22 April 2021.

Firli lebih jauh menjelaskan, dalam pertemuan itu, Azis Syamsuddin mengenalkan Stepanus dengan Syahrial karena Syahrial memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan.

Dan meminta agar Stepanus dapat membantu, supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan