Lampung Democracy Studies Suplemen Penguat Demokrasi

Lampung Democracy Studies Suplemen Penguat Demokrasi
Anggota KPU RI Mochammad Afifuddin (tengah kiri) dan Founder Lampung Democracy Studies Fatikhatul Khoiriyah (tengah kanan) bersama Anggota KPU dan Bawaslu Provinsi Lampung di Sekretariat LDS, Sukarame, Bandar Lampung pada Senin (17/10) malam. Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – Anggota KPU RI Mochammad Afifuddin menyebut Lampung Democracy Studies suplemen penguat demokrasi di Provinsi Lampung. 

“Demokrasi ini kan bisa tumbuh, bisa turun, (sehingga) butuh penguat. Salah satunya itu, kekuatan masyarakat sipil,” kata Afifuddin di Bandar Lampung pada Senin, 17 Oktober 2022, malam. 

Mantan anggota Bawaslu RI ini hadir di Lampung sebagai Pembicara dalam acara Bincang Demokrasi “Menjalankan Tahapan Pemilu Berkualitas” yang digelar oleh Lampung Democracy Studies (LDS).  

Menuju Pemilu 2024, kata dia, LDS harus menjadi lembaga yang kuat dalam melakukan pengawasan. 

“Kritik kepada proses-proses tahapan pemilu, saya kira akan sangat membantu untuk menjaga kebaikan proses,” kata dia. 

“Apalagi jejak foundernya, Mbak Khoir, pernah menjadi penyelenggara di Bawaslu,” lanjut Afifuddin. 

Lampung Democracy Studies didirikan oleh Ketua Bawaslu Lampung dua periode, Fatikhatul Khoiriyah.

Afifuddin berharap Lampung Democracy Studies sebagai gerakan masyarakat sipil bisa bersikap netral pada Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024. 

“Lembaga yang berkontribusi pada proses pemilu harus benar-benar menempatkan posisinya secara netral,” ujar Afifuddin. 

Fatikhatul Khoiriyah mengapresiasi Mochammad Afifuddin yang menyebut Lampung Democracy Studies sebagai suplemen penguat demokrasi. 

“Kami mengundang Mas Afif untuk memberikan energi kepada LDS sebagai lembaga baru,” kata Fatikhatul Khoiriyah. 

Mbak Khoir, sapaan akrabnya, mengatakan kehadiran anggota KPU RI akan semakin meneguhkan komitmen dan konsistensi Lampung Democracy Studies suplemen penguat demokrasi. 

“Tentang bagaimana implementasi demokrasi dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam hidup berbangsa,” ujar dia. 

Salah satunya, kata Mbak Khoir, terkait dengan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 yang berkualitas. 

“Kami sangat berterimakasih Mas Afif sudah hadir di LDS dan keberkatan buat kita,” kata dia. 

“Dan semestinya ada Bang Parsa (Parsadaan Harahap) membersamai kita, tapi karena sakit, beliau tidak bisa hadir ke Lampung,” lanjut Mbak Khoir. 

Dia mengatakan Lampung Democracy Studies sebagai NGO sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak. 

“Ke depan, mudah-mudahan masih banyak tokoh-tokoh nasional lain yang bisa hadir ke sini,” pungkas dia. 

Baca Juga: Tenaga Honorer di Lampung Seharusnya Netral