Menu
Precision, Actual & Factual

Kontraktor dan Aktor Diduga Markus Jadi Saksi Sidang Korupsi Dinas PU-PR Lampung Selatan

  • Bagikan
Keempat saksi yang dihadirkan pada sidang ke-9 untuk perkara korupsi Lampung Selatan. (Dari kanan ke kiri) Bobby Zulhaidir, Hengki Widodo, Suhadi dan Ihsan Nurjanah. Foto Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Sebelum persidangan ke-9 untuk perkara korupsi pada Dinas PU-PR Lampung Selatan (Lamsel) dimulai, majelis hakim mempersilahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK untuk menghadirkan saksi-saksi yang akan diperiksa di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang.

Atas perintah tersebut, JPU KPK Taufiq Ibnugroho mengatakan bahwa jumlah saksi yang dapat hadir ke ruang persidangan hanya 4 orang saja. Tak lama setelah itu, JPU KPK ini memanggil nama-nama saksi.

Di antaranya, Direktur PT Krakatau Karya Indonesia dan Direktur PT Krakatau Sukses Pratama: Bobby Zulhaidir; Komisaris PT Usaha Remaja Mandiri Hengki Widodo atau Koh Engsit; Suhadi seorang yang mengaku dari Kantor Peradi di Kota Metro, Lampung; dan Ihsan Nurjanah asal Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, yang mengaku bekerja pada PT Lampung Energi Aditama.

Data-data atau profil para saksi di atas ini diketahui KIRKA.CO berdasarkan penuturan majelis hakim sebelum keempatnya resmi untuk diperiksa.

Berdasar pada pantauan proses persidangan terdahulu, KIRKA.CO mencatat bahwa keempat nama ini sebelumnya sudah pernah dijadwalkan untuk diperiksa. Hanya saja, keempatnya belum dapat hadir.

KIRKA.CO juga mencatat bahwa nama Bobby Zulhaidir dan Hengki Widodo adalah dua orang kontraktor yang turut mendapatkan paket proyek pada Dinas PU-PR Lamsel.

Khusus untuk Suhadi dan Ihsan Nurjanah sendiri, nama kedua orang ini pernah disebut oleh Irfan Nuranda Jafar. Ia adalah saksi yang sebelumnya diperiksa di ruang persidangan.

Selain Irfan diperiksa karena perusahaan miliknya yakni PT Bumi Lampung Persada mendapat paket proyek pada saat itu dan menyetorkan fee, Irfan Nuranda Jafar juga diminta untuk menjelaskan dugaan makelar kasus.

Makelar kasus tersebut berkaitan dengan upaya untuk melepaskan eks Kadis PU-PR Lamsel Hermansyah Hamidi dari jeratan hukum KPK. Hermansyah Hamidi sendiri adalah terdakwa dalam persidangan ini.

Dari penjelasan Irfan Nuranda Jafar, nama Suhadi, Ihsan Nurjanah dan Oki Agung Prasetyana serta Slamet ‘Pekalongan’ disebut mampu menghilangkan status tersangka atau mampu mengurus kasus Hermansyah Hamidi di KPK.

Dalam upaya mengurus kasus tersebut, muncul klaim bahwa nama-nama orang itu memiliki ‘orang dalam’ di KPK dan butuh uang senilai Rp 3 miliar.

Hingga kabar ini dipublikasikan, JPU KPK Taufiq Ibnugroho terlihat masih memintai keterangan Bobby Zulhaidir.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan