Hukum  

Komarudin Ungkap Perilaku Koruptif Karomani di Jalur Mandiri Unila

Komarudin Ungkap Perilaku Koruptif Karomani di Jalur Mandiri Unila
Humas Penerimaan Mahasiswa Baru Unila, Muhamad Komarudin (kiri), usai konferensi pers di Ruang Sidang Rektorat Unila, Minggu (21/8) Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – Humas Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Lampung (Unila) Muhamad Komarudin ungkap perilaku koruptif Karomani di jalur mandiri Unila.

Calon mahasiswa yang ingin masuk Unila tapi belum lolos SNMPTN dan SBMPTN, masih terbuka kesempatan melalui jalur mandiri Unila yang dikenal dengan Simanila atau Seleksi Mandiri Universitas Lampung.

“Jalur mandiri ini kan sebenarnya sudah ada POB-nya, Prosedur Operasional Baku, namanya SMMPTN Barat, yang sangat ketat sebagaimana SBMPTN dan UTBK,” kata Muhamad Komarudin, Senin, 22 Agustus 2022.

SMMPTN Barat adalah jalur seleksi mandiri masuk Perguruan Tinggi Negeri di wilayah barat Indonesia.

Total ada 25 PTN Indonesia wilayah barat yang tergabung dalam jalur mandiri SMMPTN Barat, dan menurut webometrics, Unila adalah PTN terbaik di luar Pulau Jawa.

Baca Juga: Nasib Mahasiswa Unila Masuk PTN Lewat Jalur Belakang Simanila 

Ujian mandiri Unila ini memiliki tiga jalur yaitu:

1. Simanila Kelas Internasional 

Ditujukan untuk calon mahasiswa yang memang berniat mengenyam pendidikan tinggi dengan basis pendidikan standar internasional.

2. Simanila PMPAP, khusus masyarakat Lampung 

Program perluasan aksesibilitas bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu/miskin, tapi berkemampuan secara akademik yang merupakan lulusan SMA/MA/SMK di Lampung.

3. Simanila Prestasi Khusus Tahun Akademik 

Jalur penerimaan mahasiswa baru yang memberikan kesempatan kepada lulusan SMA/SMK, MA, sederajat atau Sekolah Republik Indonesia (SRI) di luar negeri yang memiliki prestasi khusus bidang akademik, olahraga, seni dan sastra dan keagamaan.

Pendaftaran seleksi mandiri dimulai sejak 1 April–27 Juni 2022. Pelaksanaan UTBK SMMPTN Barat yaitu 30 Juni–14 Juli 2022. Pengumuman kelulusan pada 18 Juli 2022 pukul 16.00 Wib.

Perilaku Koruptif Rektor Unila Karomani di Jalur Mandiri

Perilaku koruptif Rektor Unila Karomani di jalur mandiri memperkaya dirinya dengan menerima uang sogokan dari mahasiswa peserta seleksi mandiri.

Karomani diduga oleh KPK telah menerima suap sebesar Rp5 miliar dari para orangtua calon mahasiswa baru di Unila.

Baca Juga: Rumah Mewah Rektor Unila Karomani Dibangun di Atas Tanah Milik Dosen 

Muhamad Komarudin menjelaskan sebenarnya proses penerimaan calon mahasiswa dilakukan secara transparan dan akuntabel melalui Sistem SMMPTN Barat.

“Adapun kemudian, kenapa mereka kena tindak pidana, akan menjadi bahan evaluasi di pimpinan berikutnya,” kata dia.

Komarudin menuturkan hasil siaran pers OTT KPK pada Minggu, 21 Agustus 2022, yang menyebutkan ada celah yang dapat dimanfaatkan oknum untuk melakukan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru jalur seleksi mandiri.

Yaitu rentang waktu antara pelaksanaan ujian dengan pengumuman hasil ujian.

“Kalau gak diterima kan gak mungkin bayar, kira-kira begitu barangkali ya. Mungkin mereka sudah diterima, baru seperti itu. Yang jelas itu bukan legal,” ujar dia.

Komarudin Ungkap Potensi Koruptif di Jalur Mandiri Unila

Humas Penerimaan Mahasiswa Baru Unila Muhamad Komarudin ungkap potensi koruptif di jalur mandiri Unila. Yakni dengan memanfaatkan jeda waktu pengumuman ujian.

“Temuan KPK menyebutkan agak lama ruang waktu pengumumannya karena memang sebenarnya ujiannya sendiri lama,” kata dia.

Hal itu disebabkan keterbatasan fasilitas komputer di daerah-daerah yang belum terjangkau sehingga proses ujian menjadi lama.

“Perlu ada evaluasi mencegah peluang terjadinya negosiasi. Salah satunya memperpendek rentang waktu ujian dengan memperbanyak komputer,” ujar dia.

Baca Juga: Thoha Sampurna Jaya Sarankan PMB Jalur Mandiri Simanila Diperbaiki 

Komarudin menilai dengan mempersingkat rentang waktu antara pelaksanaan dan pengumuman ujian akan mampu mencegah proses negosiasi karena tidak punya waktu panjang.

“Sehingga perlu ada model yang lebih transparan dan akuntabel,” kata dia.

Kemudian transparansi nilai sebagaimana pelaksanaan UTBK, lanjut dia, begitu selesai ada nilai yang keluar.

“Tapi yaitu tadi, ketika jumlah komputernya sedikit, prosesnya menunggu sampai seluruh peserta itu ujian baru dilakukan skoring kemampuan peserta,” ujar dia

Muhamad Komarudin ungkap perilaku koruptif Karomani di jalur mandiri Unila, sehingga kedepannya diharapkan PTN memperbanyak jumlah komputer agar waktu ujian lebih singkat, dan proses-proses negosiasi tidak dapat dilakukan.