Kejari Pringsewu Terapkan Restorative Justice

  • Bagikan
Kirka.co
Suasana Kebebasan Terdakwa RAS, Usai Mendapat Penerapan Restorative Justice Terhadap Perkaranya, Oleh Kejaksaan Negeri Pringsewu, Rabu 3 November 2021. Foto Penkum Kejati Lampung

KIRKAKejari Pringsewu memilih menerapkan Restorative Justice pada penanganan sebuah perkara penadahan handphone atas nama Terdakwa RAS, yang juga turut diberikan kepadanya uang beserta satu unit HP.

Penyelesaian perkara melalui restorative justice atau keadilan restoratif tersebut, berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia nomor 15 tahun 2020, tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, yang terlaksana pada Rabu 3 November 2021, di gedung Kejaksaan Negeri Pringsewu.

Baca Juga : Hari Bhakti Adhyaksa, Kejari Pringsewu Berikan Ambulance 

Dengan terlebih dahulu melakukan tahap penanganan perkara yang melibatkan pelaku,korban, keluarga dan pihak lain yang terkait, untuk bersama-sama mencari penyelesaian adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, yang mengutamakan kemanfaatan dari penegakkan hukum.

Penerapan restoratif justice pada tindak pidana umum ini, telah diajukan secara berjenjang melalui Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung, dan telah dilakukan Ekspose perkara sebelumnya oleh Jampidum RI, Kajati Lampung dan Aspidum Kejati Lampung, beserta dengan jajarannya.

Sementara dalam tindak pidananya sendiri, RAS yang diketahui merupakan seorang siswa berusia 18 tahun, diduga melakukan penadahan 1 unit handphone merk Oppo A9, yang dipergunakan oleh Terdakwa sebagai sarana untuk melakukan kegiatan sekolah online.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Sekwan DPRD Pringsewu Di Pantauan Kejati

Dan ia pun disangkakan telah melanggar Pasal 480 Ayat (1) KUHP, tentang tindak pidana penadahan, dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun kurungan penjara.

Usai menerima kebebasan dari jeratan hukum kali ini, Terdakwa pun menerima pemberian dari Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung dan Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu, berupa 1 unit handphone dan vocher kuota internet sebesar Rp 1 juta rupiah, berikut alat tulis untuk keperluan sekolah.

  • Bagikan