Menu
Precision, Actual & Factual

Kejari Lampung Tengah Limpahkan Berkas Perkara Tahap II Tersangka Mantan Kepala BPPRD

  • Bagikan
Kirka.co
Momen pelaksanaan pelimpahan berkas tahap II di Kejari Lampung Tengah, untuk tersangka penggelapan penerimaan pajak yang sebelumnya disetorkan PT Great Giant Pineapple. Foto: Dokumentasi Kejari Lampung Tengah.

KIRKA.CO – Tim jaksa penyidik pada Seksi Pidana Khusus Kejari Lampung Tengah secara resmi telah menyerahkan berkas perkara tahap dua berupa tersangka dan barang bukti atas kasus dugaan korupsi penggelapan setoran pajak air bawah dari PT Great Giant Pineapple atau GGP.

Berkas ini diserahkan kepada tim jaksa penuntut umum pada Seksi Penuntutan Kejari Lampung Tengah.

Pelimpahan tahap dua itu dilakukan untuk berkas perkara atas nama tersangka YZ (Yunizar menjabat sebagai mantan Kepala BPPRD Lampung Tengah), yang sebelumnya telah dinyatakan lengkap (P-21).

“Berdasarkan Sprindik Nomor: 01/L.8.15/Fed.1/03/2021 tanggal 24 Maret 2021, pada hari ini telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dalam perkara Tindak Pidana Korupsi penerimaan pembayaran pajak air bawah tanah PT GGP dengan tersangka YZ selaku mantan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Lampung Tengah,” bunyi keterangan tertulis yang diterima KIRKA.CO, Kamis sore, 8 Juli 2021.

KIRKA.CO belakangan mendapat afirmasi terhadap keterangan di atas. Informasi tentang hal di atas tadi, dibenarkan oleh Kasi Pidana Khusus Kejari Lampung Tengah, Akhmad Rafliansyah.

Keterangan lain tentang pelimpahan tahap II pada kasus ini ialah, bahwa pada tahun 2017 dan 2018 tersangka YZ tidak menyetorkan pajak air bawah tanah yang diterima dari PT GGP.

Padahal, PT GGP disebut telah membayar pajak air bawah tanah ke BPPRD Lampung Tengah periode Triwulan III dan Triwulan IV Tahun 2017 dan Triwulan I, Triwulan II dan Triwulan III Tahun 2018.

Perbuatan tersangka tersebut dilakoni diduga dengan menggunakan modus pembuatan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) ganda.

Atas perbuatan YZ itu, negara telah dibuat merugi sebesar Rp983.042.204, yang didasarkan pada hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh BPKP Perwakilan Lampung.

Dari hal ini, YZ sehingganya diduga telah melanggar ketentuan hukum dan diancam pidana. Pasal primer yang diterapkan penyidik kepada tersangka YZ yakni, Pasal 2 Ayat (1). Kemudian subsider: Pasal 3 atau Kedua Pasal 8 UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

YZ kemudian akan ditahan di Lapas Kelas II B Gunung Sugih dibawah kewenangan Penuntut Umum selama 20 hari ke depan berdasarkan Surat Perintah Penahanan (T-7) Nomor: 02/L.8.15/Ft.1/07/2021 tanggal 08 Juli 2021.

  • Bagikan