Menu
Precision, Actual & Factual

Suadi Romli Minta Semua Pihak Jangan Sudutkan Nunik Soal Uang Mahar Politik Rp18M

  • Bagikan
Chusnunia Chalim Memberikan Kesaksian Perkara TPK Mustafa di PN Tanjungkarang. Sumber Istimewa

KIRKA.COBandar Lampung – Ketua DPD Pematank Suadi Romli meminta dan berharap semua pihak utamanya saat persidangan perkara mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa pada Kamis kemarin (04/03), untuk tidak menyudutkan mantan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim.

Bagi Suadi Romli, apa yang diutarakan para Saksi di dalam persidangan perihal keterlibatan Chusnunia Chalim atau Nunik sapaan akrabnya, belum tentu benar.

Romli ingin semua pihak agar menahan diri sebab beberapa hari belakangan ini, ramai pemberitaan terkait Nunik di media massa yang dasarnya diambil dari keterangan saksi-saksi.

“Majelis hakim pun sudah berpendapat pada saat persidangan berjalan, bahwa dominan kesaksian dari para saksi kemarin adalah bohong. Saya harap kita turut melihat pendapat hakim dalam hal fakta persidangan kemarin sebagai konsumsi publik atas informasi,” ujar Romli kepada wartawan dari media siber ini, Jumat malam (05/04).

Romli berpendapat, keterangan-keterangan para saksi yang bertendensi menyudutkan Nunik harus tetap dalam kesadaran yang penuh. Karena, sambung Romli, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim masih mampu menahan keterangan.

“Dari yang terlihat dan berdasarkan pendapat hakim kemarin, terlihat ibu Nunik masih menahan diri. Beliau saya yakini masih belum mengungkapkan segalanya dengan terbuka. Pertanyaannya, apakah para pihak sudah siap, apabila beliau menguak cerita yang sebenarnya? Bagaimana pun, beliau adalah Pimpinan atau panutan di PKB. Itu terbukti, bahwa setiap beliau memberi perintah, siapapun di partai tadi nurut,” jelas Romli.

Diketahui dalam gelaran persidangan suap dan gratifikasi yang didakwakan KPK kepada Mustafa, para saksi seperti Midi Iswanto dan Khaidir Bujung berikut dengan Musa Zainudin bahkan Mustafa menyatakan bahwa keberadaan uang senilai Rp 4 yang adalah bagian dari Rp 18 M harusnya turut menjadi tanggungjawab Nunik.

Sejumlah pihak diketahui meminta agar Nunik mengembalikan uang-uang yang diyakini telah turut dinikmati Nunik dipulang dan dikembalikan ke KPK. Meski pada saat persidangan berlangsung, Nunik tetap keukeuh bahwa dirinya tidak tahu menahu soal uang Rp 18 M yang disebut sebagai mahar politik.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan