KIRKA – Karang Taruna Pesawaran berduka cita atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.
Dilangsir dari media CNN Indonesia, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada 1 Oktober 2022 terjadi usai kekalahan Arema FC melawan Persebaya dengan skor akhir 2-3.
Baca Juga : Lionel Messi Sepakat ke Paris Saint-Germain
Suporter Arema FC yang kecewa dengan kekalahan timnya di kandang sendiri melampiaskan dengan turun ke lapangan mengejar pemain dan official sehingga Polisi berupaya menghalau, termasuk melepaskan gas air mata.
Akibat kejadian tersebut dan banyaknya asap gas air mata itu tersebut memicu kepanikan para penonton yang membuat massa penonton berlarian dan berdesakan menuju pintu keluar.
Lalu, karena banyaknya penonton yang berdesakan keluar menyebabkan sesak nafas, penumpukan massa, dan terinjak-injak sehingga menyebabkan 174 orang meninggal dunia dan 298 luka ringan.
Ketua Karang Taruna Pesawaran, Nurul Azmi berbela sungkawa atas tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun Karang Taruna Pesawaran berduka atas tragedi tersebut semoga korban yang meninggal diterima amal dan ibadahnya oleh Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” ujar Nurul Azmi pada Minggu, 2 Oktober 2022.
Nurul Azmi sangat menyayangkan atas tragedi tersebut karena menyebabkan ratusan korban meninggal dunia dan atas kejadian tersebut juga mencoreng wajah sepakbola Indonesia.
“Kami sangat menyayangkan, karena atas kejadian tersebut banyak korban meninggal dunia dan juga mencoreng sepakbola Indonesia serta menyebabkan PSSI terancam Sanksi dari FIFA,” kata Azmi.
Nurul Azmi juga berharap semoga kejadian tersebut jadi pembelajaran untuk kita semua dan tidak terulang kembali kemudian hari.
Baca Juga : Amali: Kompetisi Liga Siap Bergulir dengan Prokes
“Semoga tragedi tersebut jadi pembelajaran untuk kita semua para pecinta sepakbola dan semoga kedepannya tidak terulang kembali karena sejatinya sepakbola adalah olahraga yang tidak sepadan dengan ratusan nyawa orang,” pungkas Azmi.






