Menu
Precision, Actual & Factual

Kades Gedong Dalem Didakwa Korupsi Rp202 Juta

  • Bagikan
Kirka.co
Suasana Persidangan Perkara Korupsi Anggaran Dana Desa Gedong Dalem, Kecamatan Way Lima, Kab. Pesawaran, Rabu 15 September 2021, Di PN Tipikor Tanjungkarang. Foto Eka Putra

KIRKA – Oknum Kepala Desa Gedong Dalem, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, disidangkan dalam perkara Korupsi Dana Desa dengan sangkaan perbuatan yang merugikan Negara sebesar Rp202,8 juta.

Jailani didudukan di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, untuk mendengarkan pembacaan surat dakwaan dari Jaksa, pada gelaran persidangan perdananya Rabu pagi 15 September 2021.

Baca Juga : Sembunyikan Satu Karung Narkoba, Tiga Petani Asal Pesawaran Divonis 17 Tahun Penjara

Oknum Kepala Desa yang juga menjabat sebagai Kaur perencanaan dan pembangunan ini, didakwa telah melakukan korupsi terhadap Anggaran Dana Desa yang diterima Desa Gedong Dalem, Kecamatan Way Lima Pesawaran, di tahun anggaran 2017 lalu.

Baca Juga : Mereka Sanggup “Berbohong” di Hadapan Hakim Tipikor

Ia disangkakan melakukan perbuatannya dengan cara bekerja sama beserta dua orang lainnya yakni Sahlina selaku bendahara, dan Hasbunallah, membuat data fiktif pekerja kegiatan pembangunan desa hingga mark up anggaran belanja bahan material demi mendapat keuntungan yang kemudian dibagi-bagi oleh ketiganya.

Baca Juga : Husein Menduga Purwati Lee Tak Akan Hadiri Panggilan Hakim

Beberapa anggaran yang coba dimainkan ketiganya diantaranya pada pembayaran upah tenaga kerja yang kedapatan berlebih sebesar Rp114.001.250 (seratus empat belas juta seribu dua ratus lima puluh rupiah), Kelebihan pembayaran pembelian semen sebesar Rp65.579.850,- (enam puluh lima juta lima ratus tujuh puluh sembilan ribu delapan ratus lima puluh rupiah).

Baca Juga : Berkas Perkara TPPU RSUD Pesawaran Dalam Tahap Pra Penuntutan

Kemudian pada anggaran Peralatan kerja yang fiktif atau tidak dibeli sebesar Rp2.211.773 (dua juta dua ratus sebelas ribu tujuh ratus tujuh puluh tiga rupiah), serta pada Pajak yang kurang pungut dan terlambat disetorkan senilai Rp21.067.468 (dua puluh satu juta enam puluh tujuh ribu empat ratus enam puluh delapan rupiah).

Baca Juga : Alzier: Lihat Fakta Persidangan Harusnya Nunik Jadi Tersangka

Sehingga sesuai dengan hasil perhitungan yang dilakukan oleh tim audit dari Inspektorat Kabupaten Pesawaran, didapati jumlah total kerugian negara yang diakibatkan sebesar Rp202.860.341,- (dua ratus dua juta delapan ratus puluh enam ribu tiga ratus empat puluh satu rupiah).

Oleh Jaksa, Jailani pun disangkakan telah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Juncto pasal 18 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga : Dirkrimsus KBP Mestron Siboro Bilang Perkara TPPU RSUD Pesawaran Lanjut ke Jaksa

Sebagaimana telah diubah dengan Undang- undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 atau Pasal 56 ke-1 KUHP.

  • Bagikan