Menu
Precision, Actual & Factual

Dirkrimsus KBP Mestron Siboro Bilang Perkara TPPU RSUD Pesawaran Lanjut ke Jaksa

  • Bagikan
Markas Polda Lampung dikawasan Telukbetung Bandar Lampung. Foto Humas Polda Lampung

KIRKA.CO – Perkara Tindak Pidana Korupsi senantiasa menyedot perhatian publik, tidak terkecuali gelaran sidang terkait Korupsi Pembangunan Lantai 2 RSUD Pesawaran, Lampung Mei 2020.

Sejak Sabtu (13/03) Jurnalis Kirka.co menelusuri proses dan progres kasus ini sampai dimana pasca Vonis Taufiq Urrahman dan Raden Intan dijatuhkan oleh Majelis Hakim Tipikor PN Tanjungkarag.

Upaya penelusuran kasus RSUD Pesawaran ini Redaksi Kirka.co lakukan di Krimsus Polda Lampung dan Pidsus Kejati Lampung menemui hasil sejumlah informasi penting yang bisa dipublikasi agar kasus ini terang benderang dan pada akhirnya disidangkan kembali di PN Tanjungkarang.

Adalah Kombespol Mestron Siboro Dirkrimsus Polda Lampung yang memberikan respon pada Jurnalis Kirka.co, ketika dikonfirmasi progres perkara TPK TPPU RSUD Pesawaran.

Berkas Kasus Tindak Pidana Pencucian Uang Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pesawaran yang ditangani oleh Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Lampung masih ditahap pelimpahan berkas.

Direktur Ditreskrimsus Polda Lampung Kombes Mestron Siboro dalam pesan singkatnya mengatakan, berkasnya dikatakan P19 (belum lengkap).

“Sudah dilimpahkan dinyatakan masih P19, saat ini tengah diperbaiki kembali oleh Penyidik guna melengkapi petunjuk Jaksa,” katanya.

Diketahui Taufiq Urrahman adalah Terpidana Tipikor selaku Rekanan Proyek dalam perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam pembangunan lantai 2 (dua) dan 3 (tiga) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran, dirinya kini kembali dijadikan Tersangka lagi oleh Tim Penyidik Kepolisian Daerah (POLDA) Lampung dalam dugaan kasus TPPU terkait perkara Tipikor tersebut.

Dalam perkara Tipikornya di Mei 2020 lalu, ia telah Divonis Penjara selama 18 (delapan belas) bulan, dengan dikenakan Pidana Denda sebesar Rp.75.000.000 (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah) dengan Subsidair Denda yaitu hukuman Penjara selama 4 (empat) bulan.

Dan dari fakta yang terkuak di sepanjang proses persidangan, Penyidik Polda Lampung melakukan pengembangan yang pada akhirnya menetapkannya kembali menjadi Tersangka dugaan kasus TPPU.

Tom Saputra

  • Bagikan