Menu
Precision, Actual & Factual

Jumlah Ijon Proyek untuk Keperluan Pribadi Mustafa

  • Bagikan
Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa. Foto Istimewa

KIRKA.COPengacara eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa yang didakwa menerima suap dan gratifikasi oleh KPK, bicara tentang uang hasil ijon proyek dari Bina Marga yang diyakini digunakan secara langsung oleh kliennya.

Mustafa dalam dakwaan kombinasi itu, diketahui didakwa telah menerima total uang senilai Rp65 miliar.

Munculnya keyakinan soal penggunaan uang secara langsung oleh Mustafa ini, berangkat dan berasal dari perjalanan pemeriksaan saksi-saksi di PN Tipikor Tanjungkarang.

“Sekitar Rp6 miliar sampai Rp7 miliar. Itu berdasarkan catatan kami sebagai pengacara selama sidang berjalan. Penggunaan secara langsung itu, ketika adanya kegiatan ronda dan lain-lain,” ujar M Yunus kepada KIRKA.CO, Selasa, 11 Mei 2021.

Yunus menyatakan, bahwa sepanjang persidangan, diketahui aliran uang yang diterima kliennya pada konteks gratifikasi telah mengucur ke berbaga pihak.

Karena itu berasal dari uang hasil kejahatan, ungkapnya, uang tersebut seyogyanya harus dikembalikan.

Ia menegaskan, tak adil misalnya Mustafa harus dimintai pertanggungjawaban atau bertanggungjawab untuk memenuhi nominal dari Uang Pengganti (UP) yang menjadi esensi dari dakwaan gratifikasi.

Penegasan ini didasarkannya atas fakta sidang yang menerangkan bahwa aliran uang dari Mustafa ternyata turut mengucur ke Aziz Syamsudin atau berkait dengan fee pengurusan kucuran DAK ke Pemkab Lamteng.

Selanjutnya, mengucur ke Sri Widodo atau berkait dengan mahar politik ke Hanura hingga mengucurnya kepada oknum aparat penegak hukum.

Untuk diketahui, aliran uang dari Mustafa juga turut mengalir ke Ketua DPD Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim yang kemudian sudah dikembalikan senilai Rp 1,5 miliar.

  • Bagikan