Menu
Precision, Actual & Factual

Saksi Ungkap Gunadi Ibrahim Terima Rp 1,5 M & Atur Fraksi Gerindra untuk Pinjaman PT SMI Di Lamteng

  • Bagikan
Suasana Persidangan Lanjutan Perkara Tipikor Lampung Tengah di PN Tanjungkarang (25/03), Saat Dua Saksi Dari DPRD Lamteng Memberikan Keterangannya. Foto Eka Putra

KIRKA.COKetua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Lampung, disebut turut mengatur penandatanganan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Tengah Fraksi Gerindra, di dalam surat keputusan persetujuan peminjaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah kepada PT.SMI yang mencapai Rp 300 miliar.

Keterangan tersebut disampaikan oleh seorang Saksi bernama Riagus Ria selaku Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah 2017 saat dihadirkan sebagai Saksi di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, dalam persidangan lanjutan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Lampung Tengah atas nama Terdakwa Mustafa (25/03).

Ia menjelaskan bahwa sebagai Wakil Ketua II DPRD Lampung Tengah, dirinya berperan sebagai salah seorang yang turut membubuhi tanda tangan persetujuan permohonan peminjaman Pemkab Lampung Tengah kepada PT.SMI, sebagai syarat yang ditentukan oleh PT.SMI untuk mencairkan dana kepada Pemkab Lampung Tengah.

Namun meski dirinya merupakan Wakil Rakyat, ia tetaplah kader Partai yang memiliki seorang Pimpinan, dalam hal ini pimpinan yang dimaksud adalah Gunadi Ibrahim yang diketahui merupakan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Lampung, tempat Riagus Ria bernaung.

Ketika surat permohonan Pemkab Lampung Tengah tersebut masuk ke meja kerja Dewan untuk diparipurnakan, Riagus Ria dihubungi oleh Gunadi Ibrahim yang memerintahkan dirinya untuk setuju dan menandatangani surat permohonan tersebut, hal itu terungkap di persidangan saat dirinya menjawab pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang bertanya terkait Berita Acara Pemeriksaannya (BAP).

“Saksi Riagus, Ini Saya bacakan ya terkait BAP Anda, disini ditulis keterangan Anda ketika itu Gunadi Ibarahim menghubungi Saya, dan disitu Saya menyampaikan masalah proposal peminjaman Pemkab Lampung Tengah?” tanya JPU Yoyok Fiter.

“Waktu itu Gunadi bilang tidak apa – apa proposal tersebut ditanda tangani, kan hanya usulan nanti kan kalau mau mengganjalnya ada di rapat paripurna DPRD, ini maksud kata mengganjal ini apa, apa tujuan mengganjalnya supaya dapat uang?” Sambungnya.

“Mengganjal maksudnya kalau belum ada persetujuan atau mungkin ada permintaan dari Ketua Saya itu yang belum selesai ya tidak ditandatangani, ia mungkin maksudnya supaya dapat uang,” Jawab Riagus.

Barang Bukti Surat Persetujuan Peminjaman Pemkab Lamteng Ke PT.SMI yang ditandatangani Ketua dan Wakil DPRD Lamteng

Sebelum keterangan tersebut diungkapkan oleh Riagus di persidangan ini, seorang Saksi lainnya bernama Zainudin selaku Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra turut mengungkapkan keterangan bahwa sebelum dilakukan rapat paripurna untuk membahas peminjaman Pemkab Lampung Tengah, dirinya pernah menyampaikan langsung titipan pesan Ketua Partainya tersebut ke Terdakwa Mustafa, terkait janjinya kepada Gunadi Ibrahim ketika Pilbub 2015 lalu.

“Ketika itu Saya dititipkan pesan dari Ketua DPD Gerindra yang Saya sampaikan langsung ke Mustafa di Rumah Dinasnya, perintah dari Gunadi Ibrahim katanya sampaikan ke Mustafa tentang janjinya saat di Pilkada lalu,” pungkas Zainudin.

“Saat itu Mustafa bilang nanti ada orang yang menemui Saya, tak lama itu Taufik Rahman menghubungi saya dan disampaikan uang baru ada Rp 1,5 miliar dari janji Mustafa yang Rp 2,5 miliar, terus Saya ditemui sama stafnya Taufik bernama Andre Kadarisman dan kasih uang itu, lalu langsung Saya bawa dan Saya serahkan sendiri ke Gunadi Ibrahim,” lanjutnya.

Melalui keterangan keduanya, diketahui bahwa dari janji pemberian Rp 2,5 miliar yang belum terlaksana seluruhnya kepada Gunadi Ibrahim, disinyalir pula janji yang belum terpenuhi itu menjadi pengaruh adanya persetujuan pinjaman ke PT.SMI dari Fraksi Partai Gerindra di DPRD Lampung Tengah, yang turut pula ditegaskan oleh Jaksa bahwa Gunadi Ibrahim sebagai Ketua Partai berperan memberikan perintah kepada kader – kader fraksi Gerindra di Dewan tersebut.

“Dari keterangan yang Kita dapat hari ini, jadi ada peran dari Pimpinan Partai kedua Saksi, yang memberikan perintah untuk tidak menandatangani Persetujuan sebelum janji Mustafa dipenuhi, yakni terkait uang Rp 2,5 M,” ujar Taufiq Ibnugroho.

Sementara Jaksa pun akan menjadwalkan pemanggilan Gunadi Ibrahim ke persidangan mendatang, untuk memberikan keterangannya terkait perintahnya dan aliran uang dari terdakwa Mustafa yang diterimanya.

Eka Putra

  • Bagikan