Menu
Precision, Actual & Factual

Jejak Panjang Sidang Korupsi yang Memuat Nama YIM & Pajak PT Berlian Mixindo

  • Bagikan
Prof. Yusril Ihza Mahendra. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Semua ini bermuara dari persidangan korupsi atas dakwaan penggelapan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang terdakwanya berasal dari BPPRD Lampung Selatan.

Dari berkas perkara yang ditangani Kejati Lampung itu, muncul nama PT Berlian Mixindo -salah satu perusahaan tambang. Dan jelas ditagih pajak MBLB-nya.

Di awal-awal, nama Yusril Ihza Mahendra (YIM) berkait dengan PT Berlian Mixindo. Informasi ini diterima KIRKA.CO.

Belakangan itu diafirmasi oleh Sukriadi Siregar, salah seorang pengacara terdakwa Yuyun di perkara ini.

Afirmasi dari Sukriadi yang diterima KIRKA.CO soal peneraan nama YIM ini ditegaskannya memang tertuang di dalam berkas perkara.

YIM berdasarkan yang ia tahu, disebut memiliki jabatan sebagai Komisaris pada PT Berlian Mixindo. Haliem Kawatu sebagai Direktur.

Singkatnya, YIM memberi respons. Intinya ia memberikan bukti yang jadi dalilnya membantah tentang keterkaitannya dengan PT Berlian Mixindo.

Tak hanya YIM. PT Berlian Mixindo pun memberi sanggahan lewat Leo Fernando, yang mengaku kerabat dari YIM.

Leo memberi sanggahan mewakili Haliem Kawatu. Ia adalah Legal & Tax pada PT Berlian Mixindo.

Leo menyampaikan klaim bahwa hal yang berkait dengan urusan pembayaran pajak perusahaan, selalu dilakoni dengan benar dibarengi kwitansi.

Sehingganya, ujar Leo, nyaris tak berkaitan dengan hal yang dimaksudkan untuk mengakali pembayaran pajak.

Leo bercerita sedikit. Ia menuturkan memang pernah ada niat YIM untuk bergabung dengan PT Berlian Mixindo. Tapi urung karena alasan Covid-19.

Di sisi lain, General Affair PT General Mixindo Jundali diperiksa di forum persidangan. Tepatnya pada Jumat, 11 Juni 2021 di PN Tipikor Tanjungkarang.

General Affair PT Berlian Mixindo, Jundali, saat menjadi saksi dalam perkara korupsi MBLB Lampung Selatan. Foto Eka Putra

Ketika Jundali diperiksa sebagai saksi, baru lah terungkap bahwa ia adalah sosok yang membuat nama YIM tercatat dalam berkas perkara korupsi dengan 4 orang terdakwa ini.

Di persidangan, Jundali menjelaskan mengapa ia sanggup menyebut-nyebut nama YIM dikaitkan dengan PT Berlian Mixindo.

Jundali mengaku, keterangannya di dalam BAP terkait YIM itu berangkat dari apa yang didengarnya dari Haliem Kawatu.

Ia mengklaim telah memberikan penjelasan kepada penyidik kejaksaan tentang alasannya menyebutkan nama YIM.

Jundali mengaku juga tak ada niat atau maksud apapun di balik penyebutan YIM ketika diperiksa penyidik.

Penjelasan Jundali ini kemudian menimbulkan respons dari YIM lagi. Kepada KIRKA.CO, Jumat malam, ia menyatakan beberapa hal.

YIM menyebut apa yang diutarakan Jundali di dalam BAP itu, adalah hal biasa. Penyidik tentu akan mencatat apa saja yang diterangkan saksi dalam BAP tidak perduli apakah keterangan itu benar atau tidak benar, ungkap YIM.

Bagi YIM, adanya namanya di dalam BAP pemeriksaan terhadap seorang saksi, bukanlah masalah serius.

“Bisa saja keterangan saksi itu tidak ada nilainya karena dia tidak tahu secara langsung, melainkan “kata orang lain” (testimonium de auditu),” jelas YIM.

YIM mengatakan, keterangan saksi seperti itu tidak ada nilainya sama sekali. YIM menambahkan, keterangan seperti itu harus dikesampingkan.

“Jadi sudah benar JPU tidak memasukkan nama saya dalam surat dakwaan karena keterangan saksi Jundali itu tidak lebih dari sebuah testimonium de auditu, yakni keterangan yang katanya dia ketahui dari orang lain yakni Haliem Kawatu,” tutur YIM.

YIM awalnya hendak memfokuskan soal ini dari sisi penyidik. Tapi, akhirnya ia mengaku sepenuhnya paham tentang duduk persoalannya.

Toh menurut YIM, yang bertanggungjawab sepenuhnya di persoalan pajak itu bukan dirinya meski namanya disebut-sebut.

  • Bagikan