Menu
Precision, Actual & Factual

Diberitakan Terkait Pajak Minerba Lampung Selatan 2016-2019, PT. Berlian Mixindo Berikan Hak Jawab

  • Bagikan
Logo Perusahaan PT. Berlian Mixindo. Foto Dok PT Berlian Mixindo

KIRKA.CO PT. Berlian Mixindo selaku perusahaan yang turut disebut dalam pemberitaan KIRKA.CO pada Jumat 04 Juni 2021 lalu, dengan judul Perusahaan Yusril Ihza Mahendra Ada Dalam Dakwaan Korupsi Pajak Minerba Lampung Selatan yang Bayar Lewat Oknum, memberikan Hak Jawabnya.

Berikut Hak Jawab yang dikirimkan ke Redaksi KIRKA.CO, Minggu 06 Juni 2021 pukul 19:15 WIB dan kami lampirkan tanpa dikurangi satu katapun dari tulisan yang diberikan oleh pihak PT. Berlian Mixindo atas nama Haliem Kawatu melalui Leo Fernando selaku Legal & Tax PT. Berlian Mixindo.

Hak Jawab PT Berlian Mixindo Sebagai Klarifikasi Atas Pemberitaan Hari Jumat 4 Juni 2021

Disebutnya nama Prof Yusril Ihza Mahendra sbg Pemegang saham di PT Berlian Mixindo tidaklah benar sejak awal perusahan berdiri, bahkan sampai sekarang pun tidak.

Memang sempat ada rencana Prof Yusril Ihza Mahendra bergabung dengan Bapak Haliem Kawatu utk membentuk perusahaan baru bidang pengaspalan jalan di Bangka Belitung tahun 2020.Tetapi karena sesuatu dan lain hal terutama Covid-19, rencana tersebut tidak jadi terlaksana.

Leo Fernando Selaku Legal & Tax PT. Berlian Mixindo. Foto Dok Pribadi Leo Fernando

Saya sendiri Leo Fernando, yang masih kerabat Prof Yusril secara profesional bergabung dengan perusahan milik Pak Haliem Kawatu di bagian Legal dan Tax sejak tahun 2019.

Kami sempat beberapa kali ke Lampung untuk urusan internal audit dan hukum perusahaan. Agaknya hal ini lah yg menjadi alasan dikaitkannya nama Prof Yusril ke perusahaan PT Berlian Mixindo.

Operasional harian PT Berlian Mixindo di Lampung ketika tahun 2015 dan 2016 dipercayakan urusan di lapangan kepada staff di site Lampung. Staff perusahaan kami ketika dipanggil sebagai saksi mungkin memberikan keterangan tentang nama Prof Yusril, karena pada saat itu staff kami mungkin mendengar wacana bergabungnya Prof Yusril ke dalam perusahaan baru milik Bapak Haliem Kawatu.

Keterangan di BAP tahun 2020, sedangkan kejadian perkara tahun 2016. Tempus delicti nya berbeda. Telah terjadi error on subjecto dan error on objecto pada pemberitaan kali ini.

Tidak pernah terbersit sedikit pun niat kami untuk merugikan keuangan negara. Apalagi bekerjasama dengan oknum Pemerintah. Menurut laporan yang kami terima, semua pembayaran kepada pihak ketiga termasuk Pemerintah selalu ada kwitansi nya. Yang jelas kami melaksanakan semua kewajiban kami kepada negara. Kalaupun dlm pelaksanaan teknis dilapangan timbul hal-hal lain itu terjadi diluar kemampuan kami.

Bisnis adalah kepercayaan. Kami tentu menjalin hubungan baik dengan siapapun demi kelancaran perusahaan, termasuk dengan aparatur Pemerintah. Dalam pelaksanaanya ternyata ada oknum yang tidak menyetorkan dana tersebut ke kas negara itu adalah diluar pengetahuan Pimpinan Perusahaan.

Setahu kami perusahaan lain pun melakukan hal yang sama dalam praktek dilapangan. Sangat disayangkan cuma nama perusahaan kami yang masuk pemberitaan.

Kami menyesalkan hal ini terjadi, apalagi sampai nama baik Prof Yusril Ihza Mahendra jadi terbawa-bawa. Kami meminta maaf juga atas masalah yang timbul dan pemberitaan yang kurang menyenangkan.

Demikian penjelasan dari kami mewakili Bapak Haliem Kawatu.

Terimakasih.

Leo Fernando SE., Ak, SH
Legal & Tax

  • Bagikan