Menu
Precision, Actual & Factual

Jangan Dicontoh! Diduga Gunakan Dana Desa Untuk Judi & Syahwat, Boman Dihukum Penjara 4 Tahun

  • Bagikan
Suasana Sidang Putusan Perkara Tipikor Terhadap Dana Kampung Sidomukti Kec. Gedong Aji Kab. Tulang Bawang Atas Nama Terdakwa Boman Di PN Tipikor Tanjungkarang (03/05). Eka Putra

KIRKA.CO – Lantaran tak kuasa melihat gelontoran anggaran dana kampung hingga ratusan juta rupiah sampai – sampai khilaf memakainya untuk bersenang – senang, seorang pria paruh baya oknum Kepala Kampung Sidomukti Kecamatan Gedong Aji Kabupaten Tulangbawang harus dihukum penjara selama empat tahun, dirinya terbukti telah melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terhadap anggaran dana Kampung Sidomukti tahun Anggaran 2015 – 2016 sebesar Rp380 juta lebih.

Terdakwa dalam perkara ini bernama Boman, ia kembali disidangkan dalam gelaran persidangan lanjutan perkara Tipikor terhadap Anggaran Dana Kampung Kabupaten Tulangbawang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang Senin siang tadi (03/05),dengan agenda sidang yakni pembacaan putusan dari Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Siti Insirah.

Pria paruh baya 54 tahun tersebut, dinyatakan telah terbukti bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) Jucnto Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor.

Terdakwa Boman pun akhirnya dijatuhi hukuman pidana penjara selama empat tahun, dan dikenakan pidana denda sebesar Rp200 juta dengan subsidair denda yakni hukuman pidana penjara selama 3 (tiga) bulan, yang pula dikenakan pidana tambahan berupa pidana Uang Pengganti Kerugian Negara yang terbukti dinikmati olehnya sebanyak Rp380 juta lebih.

Hakim pun memutuskan jika dalam waktu satu bulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap terdakwa Boman tidak sanggup untuk membayar, maka seluruh hartanya akan disita oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengganti Kerugian Negara, dan jika tidak juga mencukupi maka akan digantikan dengan pidana kurungan badan selama 1 (satu) tahun dan 8 (delapan) bulan.

“Mengadili, satu menyatakan terdakwa Boman terbukti bersalah melanggar pasal dakwaan Primair, dua menghukum terdakwa oleh karena itu dengan hukuman pidana penjara selama 4 (empat) tahun, dan denda sebesar Rp400 juta dengan subsidair denda yaitu kurungan penjara selama 3 (tiga) bulan” ungkap Hakim Siti Insirah saat bacakan putusan.

“Membebankan kepada terdakwa untuk mengganti Kerugian Negara yang terbukti dinikmati olehnya sebesar Rp380.335.935,76 (Tiga ratus delapan puluh tiga ratus tiga puluh lima juta sembilan ratus tiga puluh lima koma tujuh puluh enam sen).” lanjutnya.

Dalam dakwaan JPU, Terdakwa Boman didakwa telah melakukan penyimpangan Anggaran Dana Kampung tahun anggaran 2015 dan 2016 dengan cara tidak melakukan kegiatan yang telah dianggarkan namun dananya ia pakai untuk kepentingan diri sendiri, di tahun 2015 beberapa kegiatan yang tak terealisasi diantaranya pada kegiatan belanja pegawai seperti tunjangan dan penghasilan para perangkat kampung, serta terjadi penyimpangan pada penganggaran kegiatan belanja perkantoran dan belanja operasional Rukun Tetangga (RT) Rukun Warga (RW).

Sedang di tahun anggaran 2016 dirinya melakukan penyimpangan terhadap Anggaran Dan Kampung pada anggaran Fisik dan Non Fisik, antara lain pada kegiatan pembangunan jalan onderlagh kampung, pembangunan jembatan dan pada rehabilitasi balai kampung, serta pada anggaran kegiatan bidang pembinaan dan pemberdayaan masyarakat kampung Sidomukti.

Selain itu dalam fakta persidangan pada keterangan saksi yang dihadirkan oleh JPU, dimana dalam kesaksian Suhendra selaku Staff Khusus dan Bendahara Kampung, terungkap bahwa pada saat dana kampung telah dicairkan ia kerap kali diajak terdakwa Boman untuk menemaninya bermain Judi Sabung Ayam, hingga menemaninya ke tempat Prostitusi dan Karaoke di sebuah kawasan di wilayah Kabupaten Mesuji.

“Pada saat setelah pencairan, saya pernah diajak ke tempat judi sabung ayam, bahkan pernah ke daerah Moro moro di Mesuji, ke tempat prostitusi terus karaoke ke tempat warung remang-remang itu,” ungkap Suhendra dalam kesaksiannya.

Sementara menanggapi putusan Majelis Hakim yang lebih ringan dari tuntutan JPU dengan tuntutan hukuman 5 (lima) tahun tersebut, terdakwa melalui Kuasa Hukumnya dan tim JPU sama-sama menyatakan sikap untuk pikir-pikir selama satu minggu kedepan, sebelum melayangkan banding atau tidaknya terhadap vonis yang diberikan.

 

Eka Putra

  • Bagikan