Hukum  

Jaksa KPK Siapkan Pemeriksaan Konfrontir Untuk Kakorsis SPN Polda Lampung, Ariyanto Munawar Akan Dipanggil

Kakorsis SPN Polda Lampung
Momen Kakorsis SPN Polda Lampung, AKBP Hepi Hasasi memberikan kesaksian dan sedang diperhatikan Ketua Majelis Hakim, Lingga Setiawan. Foto: Arsip KIRKA.CO.

KIRKA – Jaksa KPK akan memilih opsi pemeriksaan dengan metode konfrontir usai Kakorsis SPN Polda Lampung, AKBP Hepi Hasasi membantah memberikan uang Rp100 juta kepada mantan Rektor Unila, Karomani melalui Dosen Agama Islam Unila, Mualimin di PN Tipikor Tanjungkarang pada 14 Maret 2023. Karena AKBP Hepi Hasasi membantah, Sekretaris PWNU Lampung, Ariyanto Munawar akan dipanggil kembali ke muka persidangan.

”Iya, nanti akan kita hadirkan lagi di minggu depannya. Saksi atas nama Hepi [Hepi Hasasi], Ariyanto Munawar, Mualimin,” ujar Jaksa KPK, Agus Prasetya Raharja kepada awak media.

AKBP Hepi Hasasi yang mengaku menjabat sebagai Kakorsis SPN Polda Lampung di muka persidangan mengaku tidak memberikan uang Rp100 juta sebagaimana dinyatakan oleh Sekretaris PWNU Lampung, Ariyanto Munawar pada 9 Maret 2023 kemarin.

Ariyanto Munawar sebelumnya menyatakan bahwa dirinya bersama dengan Hepi Hasasi menemui mantan Rektor Unila, Karomani untuk membahas penitipan calon mahasiswa pada tahun 2021 lewat jalur SMMPTN.

Baca juga: Baru Tahu Kalau Hepi Hasasi Adalah Polisi, Mantan Rektor Unila Karomani Bantah Kesaksian Ariyanto Munawar

Calon mahasiswa titipan ini merupakan anak dari Hepi Hasasi, yakni Rizky Aleyda Dharmesti.

Hepi Hasasi mengaku tidak bertemu bertiga dengan Karomani. Hepi Hasasi mengaku dirinya memang pergi ke Unila atas saran dari Ariyanto Munawar untuk menemui Karomani. Hanya saja, kata Hepi, dia tidak bertemu secara fisik dengan Karomani.

Ketika Ariyanto Munawar diperiksa, Karomani juga mengaku tidak bertemu dengan seorang anggota polisi bernama Hepi Hasasi. Karomani menyarankan agar CCTV di ruangan kerjanya diperiksa untuk membuktikan ungkapannya.

Hepi Hasasi mengaku hanya meminta bantuan Ariyanto Munawar untuk mengawal proses seleksi ujian yang diikuti oleh anaknya tanpa memberikan uang Rp100 juta seperti pernyataan Ariyanto Munawar.

Hepi Hasasi mengatakan tidak mengenal Mualimin dan tidak pernah menyiapkan uang Rp100 juta untuk diambil oleh Mualimin pada 4 Juli 2021 di kediaman Ariyanto Munawar.

Baca juga: Ariyanto Munawar Ungkap Peran Oknum Polda Lampung Hepi Hasasi di Perkara Korupsi Unila

Mualimin yang diperiksa bersamaan dengan Hepi Hasasi mengaku mendapat perintah dari Karomani untuk mengambil uang dari rumah Ariyanto Munawar senilai Rp100 juta. Pasca uang diambil, Mualimin melapor kepada Karomani.

Ungkapan Mualimin soal uang Rp100 juta akhirnya diambil dari Ariyanto Munawar pada 4 Juli 2021 tidak dibantah.

Karena terjadi ketidaksesuaian keterangan antara Hepi Hasasi vs Ariyanto Munawar, maka Hepi Hasasi dan Ariyanto Munawar dengan Mualimin akan diperiksa ulang dengan metode konfrontasi mengenai uang Rp100 juta.

Hepi Hasasi saat diperiksa di muka sidang mengaku siap dan yakin dengan kesaksiannya di muka persidangan. Sebagai bagian dari Aparat Penegak Hukum, Hepi Hasasi mengaku bersedia menerima konsekuensi hukumnya.

Baca juga: Ariyanto Munawar Sebut Oknum Polda Lampung Hepi Hasasi Beri Rp100 Juta, Jaksa KPK Perkara Unila: Kita Panggil