Menu
Precision, Actual & Factual

Iklan Rokok Di Videotron Pemkot Balam, Pengamat Hukum UNILA : Itu Tak Indahkan Aturan Perda!

  • Bagikan
Pengamat Hukum UNILA Dr. Yusdianto. Foto Dok Pribadi

KIRKA.CO – Terkait diputarnya iklan rokok di videotron depan komplek gedung perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, Pengamat Hukum Universitas Lampung (UNILA), Dr. Yusdianto, angkat bicara tentang aturan yang telah telah ditetapkan mengenai tempat yang dilarang untuk beriklan produk tembakau tersebut.

Menurutnya penempatan promosi rokok di layar besar tersebut bisa dikatakan sebuah perbuatan yang tak mengindahkan aturan tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), yang telah ditetapkan dan tertuang di dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandar Lampung Nomor 5 Tahun 2018, dimana pada peraturan yang ditandatangani oleh Walikota Herman HN tersebut, disebutkan jelas larangan mempromosikan produk rokok.

“Terkait promosi produk rokok itu sudah diatur tempat mana saja yang dilarang, itu sudah ditetapkan dalam Perda Kota Bandar Lampung Nomor 5 Tahun 2018, disitu jelas terlihat dan wajib ditaati semua pihak, jika tidak ya berarti ada pelanggaran dan bisa dikatakan Perda tersebut tidak diindahkan,” ungkap Yusdianto (09/04).

Ia pun menjelaskan bahwa pada Bab IV (empat) bagian kesatu umum Pasal 10 di Perda tersebut, tertulis jelas aturan KTR dimana salah satunya ialah Tempat Kerja, yang kembali dijelaskan pada bagian ketiga di Pasal 12 poin ke (2) yang menerakan perkantoran pemerintah termasuk kedalam kategori tempat kerja, dimana juga tertulis larangan mempromosikan rokok atau produk tembakau lainnya di lingkup kawasan tersebut.

“Dalam Perda tersebut dapat kita lihat, ada ketentuan KTR pada bab IV pasal 10, dan kembali dijelaskan lingkupnya di pasal 12, maka jelas saya katakan iklan rokok yang dipasang di videotron tepat di depan perkantoran Pemkot Bandar Lampung itu sudah melanggar aturan, itu wajib diberi sanksi,” imbuhnya.

“Saya juga mengimbau kepada pihak terkait baik Pemerintah maupun Pemilik media iklan, untuk dapat mentaati peraturan yang sudah dibuat dan disepakati, demi terciptanya ketertiban di Kota yang kita cintai ini, jangan berbuat seenaknya saja karena semua sudah ada aturannya,” tutup Yusdianto.

Diketahui adanya iklan rokok yang diputar di videotron itu pun sudah dikeluhkan oleh masyarakat, mereka merasa promosi produk tembakau itu tak sepatutnya diletakkan di kawasan gedung perkantoran pemerintah, sebab negara sendiri kini tengah berkampanye tentang bahayanya merokok.

  • Bagikan