Menu
Precision, Actual & Factual

Eks Kepala BPPRD Lampung Tengah Disangkakan Korupsi Pajak Air Tanah Rp983 Juta

  • Bagikan
Kirka.co
Mantan Kepala BPPRD Lampung Tengah, Yunizar, Saat Dilaksanakannya Pelimpahan Tahap II Di Kejaksaan Negeri Gunung Sugih, Terkait Sangkaan Perbuatan Korupsi Pajak Air Tanah PT. GGP 2017-2018. Foto Kejari Gunungsugih

KIRKA.COMantan Kepala BPPRD Lampung Tengah, Yunizar, resmi ditahan Kejaksaan Negeri Gunung Sugih dan dilimpahkan berkas perkaranya dari Penyidik ke Penuntut Umum untuk segera disidangkan, dengan sangkaan perbuatan korupsi pajak penggunaan air tanah PT Great Giant Pineapple.

Usai awal Juni lalu ditetapkan sebagai tersangka, pada Kamis 8 Juli 2021 ini Yunizar resmi dilimpahkan ke tahap II dan dititipkan sebagai tahanan Kejaksaan Negeri Gunung Sugih di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunung Sugih untuk 20 hari kedepan.

Dalam perbuatannya, Yunizar disangkakan telah melakukan tindak pidana korupsi terhadap pajak yang disetorkan oleh PT. Great Giant Pineapple sejak triwulan tiga dan empat di 2017, dan pada triwulan satu sampai tiga di 2018.

Sehingga kerugian keuangan Negara yang diakibatkan oleh ulahnya tersebut, yang telah dihitung oleh Auditor BPKP perwakilan Provinsi Lampung diperkirakan sebesar Rp983.042.204,- (Sembilan ratus delapan puluh tiga juta empat puluh dua ribu dua ratus empat rupiah).

Yunizar pun dijerat dengan menggunakan unsur yang ada pada Pasal 2 Ayat (1), atau Pasal 3 dan atau Pasal 8 Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor.

Juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf-b Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Diketahui dalam hal kerugian negara yang diperkirakan terdapat dalam perbuatan Yunizar, seluruhnya telah dikembalikannya dan dititipkan melalui Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Gunung Sugih.

  • Bagikan