Menu
Precision, Actual & Factual

Diduga Korupsi Nassarudin Dituntut Penjara 8,5 Tahun

  • Bagikan
Kirka.co
Suasana Gelaran Persidangan Perkara Korupsi DAK Kabupaten Tulangbawang Tahun Anggaran 2019, Pada Dinas Pendidikan Tulangbawang, Atas Nama Terdakwa Nassarudin dan Guntur Abdul Naseer, Yang Digelar Pada Rabu Siang 8 September 2021, Di Gedung PN Tipikor Tanjungkarang. Foto Eka Putra

KIRKA – Dinilai telah terbukti melakukan Korupsi terhadap DAK Kabupaten Tulangbawang, eks Kadis Pendidikan Tulangbawang Nassarudin dituntut penjara selama 8 tahun dan 6 bulan.

Nassarudin selaku mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang kembali disidangkan dengan agenda pembacaan surat tuntutan dari Jaksa, yang digelar pada Rabu siang 8 September 2021, di PN Tipikor Tanjungkarang.

Baca Juga : Kadisdik Tuba Nassarudin Dijebloskan ke Penjara, Status Tahanan Kejaksaan

Ia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor, Juncto Pasal 18 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Dalam tuntutannya, Jaksa meninta kepada Majelis Hakim untuk memberikan hukuman pidana penjara kepada Terdakwa Nassarudin selama 8 tahun dan 6 bulan, dengan pula mewajibkannya membayar pidana denda.

Baca Juga : Nassarudin Atur Strategi Pungli DAK Bersama Pengurus Koperasi BMW di Kolam Renang

“Menuntut, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Nassarudin dengan pidana penjara selama 8 tahun dan 6 bulan, dan pidana denda sebesar Rp.300 juta subsidair 3 bulan penjara,” ucap Jaksa Hendra Dwi Gunanda, bacakan tuntutannya.

Nassarudin pun dikenakan tuntutan pidana tambahan berupa Uang Pengganti Kerugian Negara yang terbukti dinikmati olehnya sebesar total Rp2,96 miliar, dengan subsidair yakni penjara selama 5 tahun.

Hal memberatkan yang menjadi pertimbangan Jaksa dalam menentukan tuntutannya, ialah terdakwa Nassarudin dinilai berbelit-belit selama persidangan, dan dirinya terbukti telah melakukan intimidasi kepada beberapa saksi.

Sementara terhadap Guntur Abdul Naseer selaku terdakwa lain di perkara ini, mendapat tuntutan hukuman pidana penjara selama 8 tahun, dengan pula dituntut pidana denda sebesar Rp300 juta subsidair 3 bulan penjara.

Manajer Koperasi Kependidikan BMW ini juga dikenakan tuntutan pidana tambahan berupa membayar Uang Pengganti Kerugian Negara sebesar Rp710 juta, dengan subsidair 4 tahun kurungan penjara.

Baca Juga : Sekretaris Nassarudin Bernama Repi Disebut Simpan Uang Pungli DAK Rp100 Juta

Diketahui sebelumnya, Keduanya didakwa telah bekerjasama melakukan pemungutan liar kepada sebanyak 142 sekolah penerima bantuan DAK Fisik bidang pendidikan tahun anggaran 2019 di Kabupaten Tulangbawang, dengan besaran pungutan yang diambil sebesar 10 sampai 12,5 persen di tiga termin pencairannya.

Sehingga perbuatan kedua terdakwa tersebut telah mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara sebesar total Rp3.670.239.750 (tiga miliar enam ratus tujuh puluh juta dua ratus tiga puluh sembilan ribu tujuh ratus lima puluh rupiah).

  • Bagikan