Apindo: Rute Lampung-Malaysia Siasat Cerdas Akselerasi Ekonomi

Apindo: Rute Lampung-Malaysia Siasat Cerdas Akselerasi Ekonomi
Ketua Apindo Lampung, Ary Meizary Alfian, menyambut penerbangan perdana langsung rute Lampung-Malaysia. Foto: Arsip Apindo/Kirka/I

Kirka – Pembukaan jalur udara langsung (direct flight) rute Lampung-Malaysia dinilai sebagai manuver strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat fundamental ekonomi daerah.

Langkah ini dianggap lebih dari sekadar urusan transportasi, melainkan pembukaan kanal ekonomi baru yang vital bagi pelaku usaha.

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung, Ary Meizary Alfian, menyebut kebijakan itu sebagai siasat cerdas untuk mengakselerasi pertumbuhan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pemerintah tidak lagi hanya berpangku tangan pada instrumen APBD.

“Ini langkah agresif membangun konektivitas yang secara nyata melibatkan sektor swasta untuk menggerakkan roda ekonomi,” tegas Ary di Bandarlampung, Jumat, 13 Februari 2026.

Menurut Ary, peningkatan status Bandara Raden Inten II yang diikuti pembukaan rute internasional adalah kunci menarik aliran modal asing (FDI).

Konektivitas lintas negara diproyeksikan memicu efek domino, utamanya dalam mengerek daya saing infrastruktur lokal yang tengah digencarkan pemerintah.

Inefisiensi

Bagi kalangan pengusaha, poin krusial dari rute tersebut adalah efisiensi.

Selama ini, rantai pasok dan perjalanan bisnis terhambat oleh kewajiban transit via Jakarta yang memakan biaya dan waktu.

“Rute ini memotong rantai birokrasi perjalanan. Inefisiensi yang selama ini terjadi akibat transit bisa dipangkas.

“Bagi UMKM, itu peluang emas merambah pasar ekspor dengan biaya logistik yang lebih kompetitif,” papar Ary.

Ia menilai, ekosistem bisnis Lampung akan jauh lebih seksi di mata investor jika aksesibilitas internasionalnya terbuka lebar.

Investor asing membutuhkan kemudahan survei lapangan dan koordinasi bisnis tanpa hambatan transit yang melelahkan.

Keseriusan Apindo mendukung kebijakan juga tidak hanya sebatas retorika.

Ary memastikan pihaknya terlibat aktif dalam operasional penerbangan perdana, termasuk menjadi bagian dari penyelenggara.

Apindo bahkan mengirimkan delegasi khusus yang terdiri dari para pengusaha untuk menjajaki langsung potensi pasar di Malaysia.

Misi dagang diharapkan membawa pulang kontrak kerja sama konkret yang menguntungkan kedua belah pihak.

“Kami mendukung penuh. Selain pariwisata yang pasti terdongkrak, sektor jasa seperti kesehatan dan pendidikan juga akan menguat.

“Harapannya, ini menjadi pembuka bagi rute-rute strategis internasional lainnya di masa depan,” pungkasnya.