Kirka – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memangkas rantai distribusi energi dengan mendatangkan 15.146.179 liter Pertalite langsung dari luar negeri menuju Lampung.
Jutaan liter bahan bakar minyak (BBM) kiriman dari Terminal Pengerang, Johor, Malaysia, tiba di perairan Teluk Lampung melalui kapal tanker MT Balvenie.
Armada pengangkut kargo energi lintas negara itu merapat di Jetty 2 Integrated Terminal (IT) Panjang pada Jumat, 23 Oktober kemarin.
Pola pengiriman langsung dari Johor ke pelabuhan bongkar muat di Bandar Lampung otomatis mempercepat alur logistik tanpa harus transit di terminal penampungan domestik lainnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan bahwa masuknya pasokan impor secara langsung ke IT Panjang dirancang untuk mempertebal cadangan BBM daerah sekaligus menjaga kelancaran aliran distribusi ke seluruh lembaga penyalur.
“Bersandarnya kapal pengangkut BBM dengan membawa sekitar 15.146.179 liter Pertalite di IT Panjang merupakan bagian dari upaya kami memperkuat ketersediaan stok BBM di wilayah Lampung.
“Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan pasokan dan distribusi agar kebutuhan energi masyarakat dapat terlayani dengan baik,” kata Rusminto dalam keterangan tertulis, dilansir pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Seluruh rangkaian bongkar muat belasan juta liter Pertalite di dermaga IT Panjang dijalankan mengikuti standar keselamatan kerja serta prosedur operasional ketat.
Selain mengandalkan suntikan stok jalur laut dari Malaysia, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel turut mendongkrak kuota penyaluran harian darat di Provinsi Lampung sepanjang Oktober 2026.
Tercatat, volume penyaluran harian untuk jenis Solar ditambah hingga 23 persen bila dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Pada saat bersamaan, jatah harian Pertalite bagi konsumen di Lampung ikut dinaikkan sebesar 11,7 persen guna mengimbangi tingginya mobilitas warga dan aktivitas angkutan barang.
Penambahan kuota harian maupun pengapalan kargo langsung dari Johor dilakukan secara paralel demi memastikan ketersediaan BBM di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tetap terjaga.
Seiring melimpahnya stok di tingkat penyalur, Rusminto meminta masyarakat tetap membeli bahan bakar secara wajar sesuai peruntukan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan,” ujar Rusminto.
Bagi warga yang membutuhkan informasi layanan ataupun hendak menyampaikan pengaduan seputar distribusi energi di lapangan, Pertamina membuka saluran komunikasi resmi melalui Pertamina Contact Center (PCC) di nomor 135.






