BUMN Dibersihkan, Laba Melonjak 75% Jadi Rp326 Triliun dalam Setahun

BUMN Dibersihkan, Laba Melonjak 75% Jadi Rp326 Triliun dalam Setahun
Presiden Prabowo Subianto memaparkan lonjakan laba BUMN yang menembus Rp326 triliun saat menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI. Foto: Arsip BPMI Setpres/Kirka/I

Kirka – Kebijakan bersih-bersih Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai berbuah manis bagi kas negara.

Sepanjang satu tahun terakhir, laba konsolidasi korporasi pelat merah melesat 75,3 persen menjadi Rp326 triliun, berbanding terbalik dari catatan periode sebelumnya yang meraup Rp186 triliun.

Capaian positif lahir dari keputusan tegas menutup 290 entitas yang selama bertahun-tahun hanya menjadi beban pembukuan.

Presiden Prabowo Subianto memaparkan langsung rapor hijau saat berpidato pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat, 14 Agustus 2026.

Perombakan struktur sedang dan terus berjalan. Dari total 1.074 perusahaan milik negara, target akhirnya akan disisakan maksimal 300 entitas saja saat tutup tahun 2026.

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menilai fenomena perbaikan postur keuangan dari sudut pandang agency theory atau teori keagenan.

Konsep rumusan ekonom Michael Jensen dan William Meckling rupanya berlaku pas melihat kondisi sekarang.

Menurutnya, pemerintah perlahan sukses menyamakan frekuensi antara kepentingan manajemen pengelola dengan negara selaku pemegang saham.

“Langkah merapikan tata kelola terbukti nyata, bukan sekadar teori. Kebijakan bersih-bersih sanggup memangkas penyakit inefisiensi yang lama menggerogoti kas BUMN,” ucap Mahendra merespons catatan positif pemerintah.

Angka pertumbuhan pada level anak hingga induk perusahaan pun berbicara banyak.

PT Semen Indonesia memimpin grafik lewat lonjakan keuntungan sampai 408,9 persen.

Menyusul berurutan di belakangnya ada Pupuk Indonesia dengan pertumbuhan 252,8 persen, Pertamina (86 persen), Pegadaian (84,4 persen), Pelindo (60,4 persen), sampai PTPN (54,4 persen).

Di sektor aviasi, PT Garuda Indonesia Tbk yang lama babak belur kini bersiap terbang lebih tinggi.

Maskapai pelat merah mulai berekspansi lewat pengaktifan ulang 20 armada pesawat dan diprediksi meraup untung bersih pada pembukaan tahun 2027.

Membaiknya neraca tidak lepas dari keberanian mengevaluasi laporan keuangan masa lampau secara ketat.

Di hadapan anggota dewan, Prabowo menegaskan, “Kita telah mengoreksi laporan keuntungan dari banyak BUMN”.

Restrukturisasi menyeluruh berujung pada peningkatan setoran dividen hingga menyentuh Rp142,3 triliun.

Tahun depan, pemerintah mematok uang masuk ke angka Rp200 triliun.

Menariknya, target penerimaan sebesar jumlah nominal ditargetkan tercapai tanpa ada lagi suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sepeser pun.

Mahendra kembali menyoroti efek ganda kebijakan penutupan ratusan unit kerja.

Pemangkasan biaya operasional sanggup menyumbang penghematan sampai Rp50 triliun setiap tahun.

Dana segar hasil rasionalisasi akhirnya sangat leluasa dialihkan untuk pos investasi riil maupun program mendesak untuk kesejahteraan rakyat.