Hukum  

Israel Tahan WNI Relawan Gaza, Termasuk Jurnalis Asal Lampung Andre Prasetyo Nugroho

Israel Tahan WNI Relawan Gaza, Termasuk Jurnalis Asal Lampung Andre Prasetyo Nugroho
Jurnalis asal Lampung, Andre Prasetyo Nugroho (kiri), yang dilaporkan turut ditahan pasukan Israel saat mengawal armada kemanusiaan ke Gaza. Foto: Arsip globalsumudflotilla.or/Istimewa/Kirka/I

Kirka – Militer Israel kembali mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang berlayar menuju Jalur Gaza melalui perairan Mediterania Timur.

Insiden penghadangan kapal pembawa bantuan berujung pada penahanan sedikitnya sembilan Warga Negara Indonesia (WNI).

Satu di antara relawan yang ditangkap adalah jurnalis asal Lampung, Andre Prasetyo Nugroho.

Kabar hilangnya kontak dengan Andre langsung mendapat pengawalan dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung.

Organisasi profesi tempat sang pewarta bernaung langsung bergerak mendampingi pihak keluarga untuk menggali informasi terbaru terkait nasib para relawan.

“AJI Bandar Lampung terus berkomunikasi dengan pihak keluarga Andre.

“Kami memberi support pada keluarga dan ikut mendoakan keselamatan Andre beserta jurnalis dan aktivis kemanusiaan lainnya,” ungkap Sekretaris AJI Bandar Lampung, Vina Oktavia, dikutip pada Selasa, 19 Mei 2026.

Vina memaparkan, berdasarkan informasi dari keluarga, jurnalis Tempo itu terakhir kali menghubungi ayahnya pada Minggu, 17 Mei 2026, sore hari.

Lewat sambungan telepon, pemuda lulusan Pendidikan Sejarah Universitas Lampung mengabarkan posisinya sedang berada di atas kapal yang tengah mengarungi lautan.

Namun sejak Senin pagi, komunikasi terputus total. AJI langsung mengambil sikap mendorong adanya intervensi negara.

“Kami juga masih menunggu kabar. AJI Bandar Lampung terus mencari informasi dari berbagai pihak terkait kondisi Andre dan jurnalis lain yang bersama dia.

“Kami berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah cepat agar seluruh jurnalis dan aktivis kemanusiaan yang dicegat Israel segera dibebaskan dan diselamatkan,” tegas Vina.

Pesan Video

Jauh sebelum komunikasi terputus, mantan aktivis pers mahasiswa UKPM Teknokra Unila rupanya sudah mengantisipasi risiko terburuk dengan merekam video berdurasi 53 detik.

Lewat tayangan singkat, Andre menegaskan penangkapan rombongannya membuktikan rezim Zionis masih melakukan pembajakan untuk menghalangi masuknya bantuan, sekaligus melanjutkan genosida di Gaza.

“Apabila kawan-kawan sudah menonton video saya, tandanya saya telah ditangkap,” ucap Andre.

Ia lantas menitipkan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah gigih mendukung gerakan sipil internasional dan konsisten berpihak pada kemanusiaan.

“Tandanya rezim sudah tidak bisa diampuni kembali. Tetap terus memperjuangkan isu-isu kemerdekaan Palestina. Free Palestine,” serunya.

Terpisah, penghadangan armada sipil di sekitar perairan Siprus langsung memantik reaksi tegas dari Jakarta.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam tindakan militer Israel dan menuntut pembebasan segera seluruh relawan.

“Kementerian Luar Negeri mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” dilansir dari Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, Senin, 18 Mei 2026.

Guna memastikan keselamatan para WNI, Direktorat Perlindungan WNI Kemlu tengah merajut koordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman.

Yvonne memastikan perlindungan warga negara selalu menjadi prioritas utama pemerintah di tengah situasi yang berkembang sangat cepat, sembari menyiapkan skenario percepatan pemulangan.

Diketahui, skala penangkapan oleh pasukan Israel terbilang masif.

Sejauh laporan yang masuk, sedikitnya sepuluh kapal telah ditawan, meliputi kapal Amanda, Barbaros, Josef, hingga Blue Toys.

Merujuk data Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) selaku wadah delegasi nasional, sembilan WNI terkonfirmasi masuk dalam daftar tangkapan.

Selain Andre, mereka yang teridentifikasi ditangkap adalah Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Aras Asad Muhammad, Hendro Prasetyo, dan Rahendro Herubowo.

Ada pula nama Andi Angga Prasadewa yang menumpang kapal Josef sebagai utusan GPCI dari Rumah Zakat.

Di luar daftar tawanan yang sudah terdata, satu kapal yang ditumpangi jurnalis Bambang Noroyono sampai sekarang belum diketahui statusnya dan sama sekali belum bisa dihubungi.