Raih Emas di Australia, Pejudo Lampung Makin Dekat ke Olimpiade

Raih Emas di Australia, Pejudo Lampung Makin Dekat ke Olimpiade
Atlet judo andalan Lampung, Indah Permata Sari, sukses meraih medali emas kelas +78 kg di ajang Mandurah Oceania Open 2026. Foto: Arsip PJSI/Kirka/I

Kirka – Langkah Indah Permata Sari menuju panggung olahraga kasta tertinggi dunia semakin terang.

Pejudo andalan daerah Lampung itu sukses merengkuh medali emas dalam kejuaraan Mandurah Oceania Open 2026 yang bergulir di kota pesisir Mandurah, Australia bagian barat, pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Turun pada nomor bergengsi kelas +78 kilogram, Indah sukses mendominasi jalannya pertandingan lewat ketenangan serta fisik prima.

Puncak ketangguhannya terlihat nyata saat ia menyudahi perlawanan musuh di partai puncak melalui kemenangan mutlak atau ippon.

Teknik bantingan mematikan yang dieksekusi tepat sasaran langsung mengunci gelar juara pertama untuk kontingen Merah Putih.

Kabar baik dari Negeri Kanguru segera dikonfirmasi oleh Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Lampung, Kompol Sukamso.

Pihaknya menyambut positif pencapaian luar biasa sang atlet.

“Kami baru mendapat konfirmasi sah dari Australia. Indah mendulang emas kelas +78 kilogram lewat kemenangan bersih ippon,” tutur Sukamso di Bandarlampung, Minggu, 3 Mei 2026.

Sukamso memaparkan, medali dari benua tetangga memberikan dampak besar bagi peringkat Indah secara global.

Aturan internasional mewajibkan setiap pejudo aktif menjajal turnamen luar negeri demi mengamankan tiket menuju pesta olahraga sejagat.

Berkat hasil maksimal di Mandurah, peringkat Indah pada tabel klasemen IJF dipastikan melonjak tajam.

Kans sang atlet membawa nama Indonesia berkibar di ajang multievent tertinggi kini semakin berada di depan mata.

Sebagai catatan, Oceania Open bukanlah turnamen sembarangan bagi kalangan atlet bela diri.

Ajang tahunan yang masuk dalam kalender resmi Federasi Judo Internasional (IJF) selalu menjadi incaran utama para petarung elite dari berbagai benua.

Kejuaraan berskala global yang mempertemukan ratusan atlet lintas negara sering difungsikan sebagai lumbung utama pengumpulan poin kualifikasi jelang Olimpiade.

Tingkat kompetisi yang sangat tinggi membuat setiap laga di atas matras selalu berjalan alot sejak babak penyisihan pertama.