Kirka – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat tren positif pertumbuhan fasilitas pendidikan tingkat menengah atas.
Dilansir pada Sabtu, 2 Mei 2026, jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) bertambah menjadi 538 unit pada 2024, sejalan dengan lonjakan Angka Partisipasi Murni (APM) yang menyentuh 67 persen pada 2025.
Selama rentang waktu tujuh tahun terakhir, telah berdiri 44 sekolah baru di berbagai wilayah Lampung.
Angkanya terus merangkak naik dari 494 unit pada 2018, hingga mendapat tambahan 11 unit bangunan baru sepanjang periode 2023 ke 2024.
Lembaga pendidikan swasta mendominasi lanskap sekolah tingkat atas di provinsi ujung Sumatera ini.
Tercatat ada 298 SMA Swasta yang mewakili porsi 55,4 persen, berdampingan dengan 240 unit SMA Negeri.
Penambahan gedung sekolah ikut mendongkrak jumlah tenaga pendidik secara daerah.
BPS Lampung mendata 12.524 guru SMA berstatus aktif pada 2024, atau naik tujuh persen dibandingkan satu tahun ke belakang.
Rinciannya, guru dan kepala sekolah di SMA Negeri melonjak 11,5 persen menjadi 9.322 orang.
Sebaliknya, tenaga pendidik di SMA Swasta justru menyusut tipis 4,2 persen menjadi 3.202 orang.
Dari sisi sasaran didik, penduduk usia 16-18 tahun di Lampung mencapai 422.529 jiwa berdasarkan pendataan 2023.
Populasi remaja penuntut ilmu ini menempatkan Lampung di peringkat kesembilan tingkat nasional secara berturut-turut sejak 2020.
Ekspansi fasilitas dan jumlah guru berdampak langsung pada tingkat kehadiran pelajar.
APM untuk siswa SMA di Lampung sukses melompat sebesar 4,2 persen, menandakan semakin banyak anak usia sekolah yang mendapatkan akses pendidikan formal.






