Kirka – Langkah Provinsi Lampung untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 semakin mulus.
Peluang ini melebar setelah dua kompetitor utama, yakni Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dipastikan mengundurkan diri dari bursa pencalonan.
Kepastian mundurnya dua daerah tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria.
Menurutnya, dinamika itu tentu mengubah peta persaingan bidding tuan rumah.
“Informasi dari tim penjaringan pusat, Jawa Tengah dan DIY tidak jadi mencalonkan diri. Surat resminya akan segera disampaikan,” tegas Riagus, dilansir pada Selasa, 31 Maret 2026.
Merespons angin segar tersebut, KONI Lampung bersama mitra bidding-nya, Provinsi Banten, langsung tancap gas.
Keduanya dijadwalkan menggelar rapat koordinasi pada 1 April 2026 untuk membedah kesiapan menghadapi tahap verifikasi dari KONI Pusat.
“Awalnya Banten yang akan ke Lampung, namun ada perubahan sehingga rakor dilaksanakan di Banten. Intinya kita siap hadir,” ungkapnya.
Sesuai tahapan, tim verifikasi KONI Pusat akan turun langsung meninjau kelayakan Lampung pada 14 hingga 18 April 2026.
Kunjungan merupakan fase penentu untuk menilai kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung daerah sebagai calon penyelenggara pesta olahraga terbesar di Tanah Air tersebut.
Seleksi PON Beladiri
Selain disibukkan dengan urusan pencalonan PON 2032, agenda KONI Lampung di bulan April juga dipadatkan dengan persiapan menghadapi PON Beladiri Seri 2 yang akan digelar di Manado.
Tahapan seleksi atlet untuk ajang tersebut akan resmi dimulai bulan ini melalui tahapan pre test atau tes fisik.
Tercatat ada tujuh cabang olahraga (cabor) beladiri yang diproyeksikan turun gelanggang.
Riagus menjelaskan mekanisme pembinaan yang akan diterapkan.
Atlet yang berhasil lolos saringan awal fisik akan dikembalikan ke masing-masing pengurus provinsi (pengprov) cabor untuk menjalani program latihan intensif.
Menjelang keberangkatan ke Manado, performa mereka akan kembali diukur melalui post test.
Meski demikian, pengiriman atlet itu dilakukan secara selektif.
Ia mengakui tidak semua cabor beladiri bisa diikutsertakan karena terkendala legalitas kepengurusan.
“Untuk cabang Yongmoodo dipastikan tidak ikut, karena belum memiliki kepengurusan yang aktif di daerah,” pungkasnya.
Melalui persiapan yang terus dimatangkan, Lampung membidik target ganda, memenangkan bidding PON 2032 serta mencetak prestasi maksimal di arena PON Beladiri mendatang.






