Kirka – Berpacu dengan waktu menjelang tenggat penentuan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai bermanuver mengamankan infrastruktur pendukung.
Salah satu aset lokal yang kini masuk dalam radar utama penjajakan kelayakan venue adalah fasilitas olahraga milik Universitas Bandar Lampung (UBL).
Langkah ini terlihat saat Ketua KONI Lampung, Taufik Hidayat, bersama Wakil Ketua IV, Achmad Chrisna Putra, turun langsung membedah kesiapan sarana dan prasarana di lingkungan kampus tersebut belum lama ini.
Peninjauan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan inspeksi antisipatif sebelum tim validasi gabungan dari KONI Pusat dan perwakilan Banten menginjakkan kaki di Bumi Ruwa Jurai pada pertengahan April 2026 mendatang.
Taufik Hidayat menilai, kapasitas infrastruktur kampus memiliki peran krusial dalam menopang skema pencalonan tuan rumah bersama (co-host) PON 2032.
“UBL memiliki sarana yang sangat potensial untuk mendukung pembinaan atlet maupun penyelenggaraan event olahraga. Ini menjadi bagian dari kesiapan Lampung dalam mendukung rencana besar menuju PON 2032,” ungkap Taufik, dikutip pada Kamis,12 Maret 2026.
Di sisi lain, pelibatan kampus dalam membangun ekosistem dan fasilitas olahraga daerah ini mendapat respons positif.
Rektor UBL, Yusuf Barusman, yang menerima langsung rombongan petinggi olahraga tersebut, menegaskan komitmen penuh institusinya untuk turun tangan.
“Kami menyambut baik langkah KONI Lampung. UBL siap berkontribusi dan mendukung penggunaan fasilitas yang ada untuk pengembangan olahraga, serta menyukseskan agenda besar menuju PON 2032,” tandas Yusuf.
Dengan optimalisasi aset-aset lokal yang ada, kesiapan infrastruktur Lampung untuk memenangkan bidding PON 2032 diyakini akan semakin matang.






