KONI Pusat Segera Turun Gunung, Lampung-Banten Kebut Finalisasi Jatah Cabor PON 2032

KONI Pusat Segera Turun Gunung, Lampung-Banten Kebut Finalisasi Jatah Cabor PON 2032
Lampung-Banten Sah Jadi Bakal Calon Tuan Rumah PON 2032. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Fase krusial kini dihadapi duet Provinsi Lampung dan Banten dalam suksesi pencalonan tuan rumah bersama (co-host) Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032.

Lolos dari tahapan syarat administrasi, kedua daerah kini mulai membedah detail skenario pembagian jatah cabang olahraga (cabor) yang bakal dipertandingkan.

Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, menyebut tren pencalonan dua provinsi bertetangga ini terus menunjukkan grafik positif.

Ia menggarisbawahi bahwa pemetaan dan pembagian cabor bukan sekadar soal pemerataan, melainkan taktik agar persiapan infrastruktur bisa dieksekusi lebih tajam.

“Kami akan segera menyepakati pembagian cabor yang dipertandingkan di Lampung maupun Banten.

“Targetnya jelas, supaya konsentrasi persiapan teknis di lapangan bisa lebih fokus dan terarah,” urai Taufik, Selasa, 10 Maret 2026.

Langkah akselerasi pemetaan cabor ini memang mendesak dilakukan.

Pasalnya, Tim Penjaringan dan Penyaringan dari KONI Pusat sudah mengambil ancang-ancang untuk turun gunung.

Tim verifikator inti tersebut dijadwalkan melakukan visitasi maraton guna memotret langsung kelayakan venue di kedua provinsi pada pekan pertama dan kedua bulan ini.

Hasil rekam jejak lapangan dari tim pusat nantinya tak sekadar menjadi tumpukan laporan.

Data tersebut bakal menjadi amunisi sekaligus bahan pertimbangan paling vital dalam forum Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Munaslub) mendatang.

Di arena itulah, kelayakan duet Lampung-Banten akan diuji.

Sebagai pamungkas pencalonan, tampuk pimpinan tertinggi di kedua daerah akan mengambil alih komando untuk meyakinkan publik.

“Puncaknya ada di forum penentuan Munaslub nanti.

“Gubernur Lampung bersama Gubernur Banten akan tampil langsung, memaparkan kesiapan daerahnya masing-masing secara komprehensif di hadapan seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional,” tutup Taufik.