Inilah Daftar Holding BUMN yang Telah Resmi Terbentuk

Daftar Holding BUMN
Gambar Slogan BUMN. (Sumber Foto: https://www.bumn.go.id).

KIRKA.CO – Daftar Holding BUMN (Badan Usaha Milik Negara), hingga saat ini, yang telah resmi dibentuk adalah sebanyak 18 holding.

Strategi pembentukan perusahaan holding ini merupakan realisasi perampingan dan efisiesi seluruh perusahaan BUMN berdasarkan core business (bisnis inti).

Upaya konsolidasi bisnis di perusahaan BUMN ini, bertujuan agar BUMN sebagai institusi bisnis semakin kompetitif mengatur lini bisnis intinya, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi negara.

Berikut ini Daftar Holding BUMN yang resmi telah terbentuk, yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Holding BUMN Sektor Pupuk

Holding BUMN Sektor Pupuk merupakan holding BUMN pertama yang dibentuk, PT Pupuk Indonesia sebagai induk holding dan PT. Pupuk Sriwidjaja sebagai induk perusahaan.

Baca juga: BPN Kota Depok Kejar 5000 Bidang Sertifikat Target PTSL 2024

Berikut ini anak perusahaan dibawah PT Pupuk Indonesia: PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Pupuk Indonesia Pangan, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Rekayasa Industri, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Mega Eltra.

2. Holding BUMN Perkebunan

Holding BUMN Sektor Perkebunan induk perusahaannya adalah PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III). Terkini, hasil merger anak perusahaan PTPN 3, yakni sebanyak 13 PTPN resmi melahirkan perusahaan Subholding Palmco, Supportingco dan Sugarco.

Subholding Palmco fokus sebagai perusahaan berbasis perkebunan kelapa sawit dan industri turunannya. Lini bisnis ini akan dikendalikan oleh perusahaan PTPN IV.

Subholding Supportingco fokus sebagai perusahaan pengelolah aset perkebunan dan mengelola lahan perkebunan selain sawit dan tebu. Lini bisnis ini akan dikendalikan oleh perusahaan PTPN I.

Adapun Subholding Sugarco fokus sebagai perusahaan industri gula dan produk turunannya. Lini bisnis ini akan dikendalikan oleh PT. Sinergi Gula Nusantara.