Tujuan pembentukan Holding Ultra Mikro adalah untuk meningkatkan pembiayaan kepada sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Sebab, pelaku UMKM masih kesulitan mendapatkan akses permodalan, padahal sejatinya sektor UMKM adalah kontributor terbesar bagi perekonomian Indonesia.
9. Holding BUMN Sektor Pariwisata
Induk Holding BUMN Sektor Pariwisata adalah PT Aviasi Pariwisata Indonesia. Dalam holding ini terdiri dari beberapa anak perusahaan, yaitu: PT Hotel Indonesia Natour, PT Angkasa Pura I dan II, PT Sarinah, dan PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko.
10. Holding BUMN Rumah Sakit
PT Petramedika IHC ditetapkan sebagai induk Holding BUMN Sektor Rumah Sakit. Melalui penetapan ini, maka PT Petramedika IHC resmi beroperasi untuk mengelola rumah sakit yang sebelumnya dimilik berbagai BUMN.
Pembentukan Holding Sektor Rumah Sakit ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, jaringan, skala, kapabilitas, inovasi, integrasi dan kolaborasi ekosistem kesehatan nasional.
11. Holding BUMN Industri Pertahanan
Holding BUMN Industri Pertahanan atau nama lainnya Defend ID (Defence Industry Indonesia) menetapkan PT Len Industri (Persero) sebagai induknya.
Defend ID membawahi beberapa anak perusahaan, diantaranya PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana.
Baca juga: Selamat Pak Dirut PLN! Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Executive of The Year Tingkat Asia
12. Holding BUMN Sektor Pangan
PT Rajawali Nusantara Indonesia ditetapkan sebagai induk holding pada sektor ini. Holding BUMN Sektor Pangan memiliki nama lain, yakni ID FOOD.
Dalam Holding ID FOOD beranggotakan 5 perusahaan eks BUMN, yaitu PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia, PT Berdikari, dan PT Garam.
Sebelumnya PT RNI memiliki 11 anak perusahaan existing terdiri dari, PT PG Rajawali I, PT PG Rajawali II, PT PG Candi Baru, PT Perkebunan Mitra Ogan, PT Laras Astra Kartika, PT Mitra Kerinci, PT Rajawali Nusindo, PT GIEB Indonesia, PT Mitra Rajawali Banjaran, PT Rajawali Citramass, dan PT Rajawali Tanjungsari Enjiniring.
13. Holding BUMN Jasa Survei
Induk Holding Sektor Jasa Survey telah ditetapkan adalah PT Biro Klasifikasi Indonesia. Nama lain holding ini yaitu IDSurvey, dibentuk dan diresmikan pada tahun 2021.
Perusahaan yang tergabung dalam IDSurvey merupakan 3 perusahaan BUMN besar yang bergerak di bidang jasa survei dengan pengalaman selama puluhan tahun, yaitu: PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), PT Sucofindo and PT Surveyor Indonesia.
14. Holding BUMN Sektor Energi dan Migas
PT Pertamina (Persero) merupakan induk dari Holding BUMN Sektor Energi dan Migas (Minyak dan Gas). Tugasnya mengelola sektor vital pada lini bisnis energi dan Migas dari hulu sampai hilir.






