KIRKA – Pemberian PMN atau Penyertaan Modal Negara ke 16 BUMN secara Tunai dan Non Tunai untuk Tahun Anggaran 2023 dan 2024 disepakati oleh Komisi XI DPR RI dan Kementerian Keuangan.
Pemberian PMN ke 16 BUMN itu disepakati dalam rapat kerja Komisi XI dengan Kementerian Keuangan yang digelar pada Senin, 2 Oktober 2023.
Merujuk pada laman Kementerian Keuangan dan sejumlah pemberitaan, berikut daftar rincian BUMN yang diberikan PMN secara Tunai dan Non Tunai:
A. Pemberian PMN Tunai Tahun Anggaran 2023
- PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp 28,8 triliun.
- Perum LPPNPI/Airnav sebesar Rp 659,19 miliar.
- PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) Rp 3 triliun.
- PT Sarana Multigriya Finansial Rp 1,530 triliun.
- PT Len Industri (Persero) Rp 1,754 triliun.
- PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Rp 1,014 triliun.
B. Pemberian PMN Tunai Tahun Anggaran 2024.
- PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp 18,604 triliun.
- PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) senilai Rp 3,556 triliun.
- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk senilai Rp 6 triliun.
Baca juga: PMN untuk Sejumlah BUMN di Tahun 2023 dan 2024 Bertambah
C. PMN Non Tunai TA 2023
- Perum LPPNPI/Airnav Indonesia berupa Barang Milik Negara senilai Rp 892 miliar.
- PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) berupa konversi piutang negara senilai Rp 2,564 triliun.
- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berupa BMN senilai Rp 388,56 miliar.
- PT Brantas Abipraya (Persero) berupa BMN senilai Rp 211,98 miliar.
- PT Sejahtera Eka Graha berupa BMN senilai Rp 1,227 triliun.
- PT Pertamina (Persero) berupa BMN dengan nilai Rp 49,94 miliar.
- PT Len Industri (Persero) berupa konversi piutang senilai Rp 456,25 miliar.
Mengutip laman Kementerian Keuangan, berikut beberapa alasan mengapa PMN Tunai tersebut diberikan:
1. PMN Tunai diberikan kepada BUMN sektor konstruksi yaitu PT Hutama Karya (Persero) untuk penyelesaian proyek infrastruktur, di antaranya Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, dan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi.
2. PMN Tunai diberikan kepada PT Wijaya Karya (Persero), bertujuan untuk penyelesaian proyek strategis nasional dan proyek IKN.
3. PMN Tunai diberikan untuk sektor lain yakni PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) untuk penguatan IFG Life dari PT Jiwasraya.
4. PMN Tunai diberikan ke PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) untuk mendukung pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
5. PMN Non Tunai diberikan ke Perum LPNNPI/Airnav Indonesia untuk modernisasi dan peremajaan fasilitas Air Traffic Management System bagi keselamatan penerbangan.
Baca juga: PTPN II Rampung Bayar Medali Jubelium Karyawannya






