Sosok  

Honorer Guru Lampung Selatan Disorot Wahrul

Honorer Guru Lampung Selatan Disorot Wahrul
Anggota DPRD Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi (WFS), menyoroti nasib 797 honorer guru Lampung Selatan. Foto: Arsip WFS

KIRKA – Nasib 797 honorer guru Lampung Selatan disorot Wahrul Fauzi Silalahi selaku anggota DPRD Provinsi Lampung.

Dia menilai pemerintah kabupaten setempat mengabaikan nasib honorer guru Lampung Selatan yang sudah lulus passing grade.

“Saya telah mendapatkan informasi, baik dari media dan stakeholder terkait atas nasib para guru honorer yang masih tidak jelas,” kata Wahrul dalam keterangannya, Jumat, 25 November 2022.

Baca Juga: Arinal Djunaidi Didesak Batalkan SK Sewa Lahan di Kota Baru

Menurut Wahrul, pemerintah daerah memiliki dana yang cukup untuk menggaji 797 honorer guru Lampung Selatan yang lulus passing grade.

“Ada sekitar Rp35 miliar yang sudah masuk dalam RAPBD 2023,” ujar dia.

Sikap abai Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, lanjut Wahrul, menimbulkan pertanyaan besar dalam benaknya terkait dana tersebut.

“Dana alokasi Umum (DAU) ini kan untuk gaji, jadi kalau tidak mengakomodir para guru yang sudah lulus passing grade, lalu untuk apa?” Tegas dia.

Wahrul juga mempertanyakan, dari 797 honorer guru Lampung Selatan yang lulus passing grade, kenapa hanya 70 orang yang diangkat?

“Kan aturannya sudah jelas, seperti yang tertuang dalam PermenPANRB Nomor 20 Tahun 2022,” kata dia.

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, mendesak Pemkab Lampung Selatan agar mencari solusi terhadap kejelasan nasib honorer guru Lampung.

“Dalam hal solusi, saya kira Pak Bupati bisa segera koordinasi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, KemenPANRB di Jakarta,” ujar dia.

Wahrul Fauzi Silalahi berharap pemerintah daerah setempat tidak mengabaikan nasib honorer guru Lampung Selatan.

“Jangan sampai Pemda Lampung Selatan abai terhadap para guru yang memiliki andil besar dalam kemajuan bangsa,” kata dia.

Pengabaian nasib honorer guru Lampung Selatan disorot Wahrul Fauzi Silalahi karena dinilai akan berdampak pada tugas pokok dan fungsi mereka sebagai tenaga pendidik.

“Jika ini dibiarkan, takutnya bisa membuat fokus para guru berkurang dalam menjalankan tugasnya sehingga berimbas pada para peserta didik kita,” ujar dia.

Dalam keterangannya, Wahrul Fauzi Silalahi mengapresiasi perjuangan para honorer guru Lampung Selatan dan mendukung penuh perjuangan mereka.

“Saya mendukung dan mengapresiasi terhadap perjuangan para guru ini,” pungkas dia.

Baca Juga: Kadis Pendidikan Lampung Sulpakar Diperiksa KPK Terkait Korupsi Unila