KIRKA – Generasi muda punya peran penting lawan hoaks Pemilu 2024 di tengah keragaman masyarakat Indonesia dan kemajuan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi).
“Generasi muda hari ini menghadapi tantangan yang berat dalam aspek politik dan demokrasi,” ujar Anggota Bidang Pendidikan dan Pelatihan Lampung Democracy Studies (LDS), Yan Barusal, Sabtu, 29 Oktober 2022.
Baca Juga: AJI Indonesia Sebut Platform Digital Tantangan Terbesar di Pemilu 2024
Yan mengatakan generasi milenial yang mayoritas pengguna platform digital kerap menjadi penyumbang perselisihan di media sosial.
“Perselisihan yang berujung konflik di masyarakat ini merupakan buah dari kemajuan sains dan teknologi,” kata dia.
Isu tentang perbedaan masyarakat Indonesia yang heterogen menjadi sesuatu yang sering muncul sebagai pemicunya.
“Perbedaan tersebut bukanlah perbedaan ide dan gagasan, melainkan sesuatu yang bersifat sentimentil dan menyasar emosional masyarakat,” ujar Yan.
Menurut aktivis kepemiluan ini, nilai demokrasi pada generasi muda mulai tereduksi akibat intervensi ekonomi yang begitu kuat.
“Masyarakat masih jauh dari kata berdaulat secara ekonomi,” kata dia.
Generasi muda berperan penting melawan penyebaran hoaks pada Pemilu 2024. Hasil rekapitulasi Data Pemilih Berkelanjutan KPU Lampung pada September 2022 menyebutkan jumlah pemilih muda mencapai 60 persen dari 5,7 juta jiwa mata pilih.
Baca Juga: Pemilih Pemula di Lampung Diharapkan Melek Politik
Memeringati Hari Sumpah Pemuda Ke-94 Tahun 2022 pada Jumat, 28 Oktober 2022, Yan Barusal menyampaikan generasi muda punya peran penting lawan hoaks Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024.
“Tugas kita sebagai pemuda untuk merawat persatuan di tengah perbedaan masyarakat,” ujar dia.
Konflik sentimentil di media sosial, kata Yan, harus digeser menjadi pertarungan gagasan dalam membangun kedaulatan ekonomi, hukum, hak asasi manusia, serta politik dan demokrasi dalam masyarakat.
Dia mengajak generasi muda masa kini menjadikan Sumpah Pemuda sebagai refleksi untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang berdaulat, setara, dan bersatu.
Sumpah Pemuda 94 tahun yang lalu, jelas Yan, merupakan manifestasi semangat, idealisme, cita-cita, dan keluasan pikiran pemuda masa itu.
Sebagai upaya menciptakan kedaulatan bangsa Indonesia dari kungkungan penjajah.
“Maka hari ini kita sebagai pemuda harus memastikan kedaulatan tersebut tetap ada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Yan Barusal.
Baca Juga: Bawaslu Lampung Gugah Pengawasan Partisipatif Pemuda di Pemilu 2024






